Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Bermalam di Aceh, Intensif Monitor Percepatan Penanganan Bencana

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 10:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana dengan bermalam di Aceh dan memimpin langsung rapat percepatan penanganan pada Minggu, 7 Desember 2025. 

Rapat berlangsung hingga larut malam dan dihadiri para gubernur, bupati, serta jajaran kementerian dan aparat terkait.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus hadir di garis depan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi secara cepat dan tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan lintas lembaga agar penanganan berjalan efektif.


“Kita pernah mengalami musibah yang besar, cobaan-cobaan besar. Tapi kita dengan kerja sama, dengan kekompakan, kita mampu menghadapinya,” ujar Prabowo dalam arahannya.

Dalam kunjungannya sebelum rapat, Presiden meninjau langsung lokasi terdampak dan menyapa para petugas yang bekerja tanpa henti. Ia mengaku melihat sendiri bagaimana aparat di lapangan terus beroperasi meski telah bekerja berhari-hari.

“Saya lihat sendiri di lapangan, saya tanya prajurit-prajurit, ada yang sudah 7 hari, 8 hari bekerja. Terima kasih,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan akan terus melakukan koordinasi langsung dari daerah-daerah terdampak demi mempercepat pengambilan keputusan.

“Saya akan terus monitor. Mungkin tiap beberapa hari, saya akan datang terus ke semua daerah. Saya bukannya hanya mau memberi moril, saya hanya mau tahu, dengar langsung apa yang dibutuhkan, sehingga bisa ada keputusan cepat. Jadi mungkin ratas-ratas kita nanti di daerah-daerah,” ujarnya.

Ia menekankan, setiap kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tersalurkan.

“Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai," kata Kepala Negara.

Dalam rapat itu, Prabowo memberi perhatian khusus pada pemenuhan kebutuhan vital warga terdampak, terutama obat-obatan dan pakaian.

“Obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja ya. Obat-obatan itu, kemudian pakaian,” tegasnya.

Ia mendorong agar penyediaan pakaian menjadi program khusus yang memberdayakan industri garmen dan tekstil nasional. 

“Bikin proyek khusus pakaian ini dikirim ke daerah-daerah, dihitung. Ini juga bisa boost untuk industri garmen kita, industri tekstil kita,” ujar Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya