Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Begini Cara Badan Geologi Yakinkan Investor Ambil Risiko di 108 Cekungan yang Belum Terjamah

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Potensi minyak dan gas (migas) Indonesia masih menyimpan misteri yang menjanjikan. Dari total 128 cekungan sedimen yang teridentifikasi, hanya 20 yang telah dikembangkan. Menyisakan108 cekungan yang menanti sentuhan eksplorasi.

Dalam upaya mencapai target produksi migas 1 juta barel per hari dan menjamin ketahanan energi nasional, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil peran kunci. Mereka mengajak sekaligus secara aktif membekali investor agar berani menanggung risiko mahal dan tinggi dalam eksplorasi.

"Eksplorasi adalah jalan paling efektif untuk menemukan lapangan baru yang dapat menaikkan produksi secara signifikan. Semakin besar area eksplorasi, semakin besar peluang menemukan cadangan baru," ujar Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi, Edy Slameto, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 8 Desember 2025.


Pengeboran sumur eksplorasi bisa menelan biaya hingga ratusan juta Dolar AS per sumur, tanpa jaminan keberhasilan. Inilah yang membuat investor berpikir dua kali. Di sinilah intervensi pemerintah, melalui Badan Geologi, menjadi krusial.

Edy menegaskan bahwa peran pemerintah adalah menyediakan dua komponen vital. Pertama, Badan Geologi telah memeringkat ke-108 cekungan berdasarkan berbagai parameter potensi migas. Dengan menyediakan data geologi ini, pemerintah secara efektif mengurangi risiko eksplorasi yang ditanggung investor. Investor tidak perlu memulai dari nol, sehingga memiliki keyakinan yang lebih kuat untuk menempatkan modal.

Kedua, cekungan dengan peluang tinggi didorong lebih dulu, sementara cekungan berisiko tinggi yang tidak dapat didanai oleh APBN diserahkan kepada operator swasta. Penyediaan data ini berfungsi sebagai insentif non-fiskal utama. 

"Pemerintah membantu dengan penyediaan data agar investor tidak menanggung risiko sepenuhnya," jelas Edy.

Saat ini, fokus eksplorasi digeser ke kawasan Indonesia Timur. Meskipun kawasan ini dinilai memiliki risiko geologi yang masih tinggi dan investasi pelaku usaha masih minim, potensi penemuan cadangan barunya sangat besar.

Intervensi strategis berupa penyediaan data geologi ini diharapkan menjadi magnet bagi perusahaan untuk berinvestasi, khususnya di wilayah timur yang selama ini dianggap high-risk.

Urgensi eksplorasi sangat tinggi. Saat ini, produksi migas nasional berkisar 600 ribu barel per hari. Dengan tingkat produksi ini, cadangan migas yang ada saat ini hanya cukup untuk enam hingga tujuh tahun jika tidak ada penemuan cadangan baru.

Oleh karena itu, upaya sistematis Badan Geologi dalam memetakan potensi, menyediakan data, dan mengurangi risiko bagi investor adalah langkah mendesak dan cerdas untuk menjamin masa depan ketahanan energi Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya