Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent (Tangkapan layar YouTube CBS Face the Nation)

Dunia

Menkeu AS Scott Bessent Jual Aset Pertanian untuk Patuhi Etika Pejabat Publik

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa ia baru saja menjual kepemilikannya di sebuah lahan pertanian kedelai. 

Dalam pernyataannya, Bessent mengatakan langkah tersebut dilakukan bukan karena bisnisnya merugi, tetapi untuk memenuhi aturan etika pemerintah yang melarang pejabat punya aset yang bisa menimbulkan konflik kepentingan.

"Saya terlibat di industri pertanian. Saya mengelola perkebunan kedelai," ujarnya, aat diwawancarai CBS dalam program Face the Nation, dikutip dari Reuters, Senin 8 Desember 2025.


Ia menegaskan bahwa lahan itu baru saja ia jual minggu ini sebagai bagian dari kewajiban etika. “Jadi saya sudah keluar dari bisnis itu,” ujarnya.

Bessent sebelumnya dikenal memiliki bisnis besar di sektor pertanian. Menurut The New York Times, ia menguasai lahan kedelai dan jagung di North Dakota senilai hingga 25 juta Dolar AS (sekitar Rp400 miliar) yang setiap tahun bisa memberinya pemasukan sewa hampir 1 juta Dolar AS.

Masalah muncul ketika ia bergabung dengan pemerintahan Donald Trump, dan sebagai menteri Bessent wajib menandatangani perjanjian etika pada Januari lalu. Dalam perjanjian itu, ia berjanji untuk melepas aset-aset yang bisa memicu benturan kepentingan, termasuk bisnis pertaniannya. 

Namun pada Agustus, Kantor Etika Pemerintah AS mengirim surat ke Komite Keuangan Senat, menyebut Bessent belum sepenuhnya memenuhi kewajiban tersebut.

Selain lahan pertanian, Bessent juga wajib menjual kepemilikan di hedge fund-nya, Key Square Group, dan berbagai aset lain. Menurut pernyataan bulan Agustus, ia telah menyelesaikan 96 persen divestasi dan berencana menuntaskan sisanya sebelum akhir tahun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya