Berita

Militan RSF (Foto: RSF)

Dunia

RSF Bantai 114 Warga untuk Tutupi Kejahatan di El Fasher Sudan

MINGGU, 07 DESEMBER 2025 | 10:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) kembali melakukan serangan mematikan di Sudan, menewaskan sedikitnya 114 warga sipil, termasuk 46 anak-anak, di kota Kalogi, Kordofan Selatan. 

Pemerintah Sudan menuding serangan tersebut dilakukan untuk mengalihkan perhatian dan menutupi kejahatan besar-besaran yang sebelumnya terjadi di El Fasher, Darfur Utara.

Mengutip Kementerian Luar Negeri Sudan pada Minggu, 7 Desember 2o25, serangan itu terjadi hari Kamis, 4 Desember 2024 lalu sebagai bagian dari kampanye genosida yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh milisi RSF terhadap komunitas Sudan.


Serangan pertama dilaporkan menargetkan sebuah taman kanak-kanak, dengan roket yang diluncurkan dari drone.

“Tujuannya adalah membunuh sebanyak mungkin anak-anak,” kata kementerian tersebut, seperti dimuat UPI. 

Ketika warga bergegas menolong korban, RSF meluncurkan serangan kedua yang menewaskan lebih banyak warga, termasuk anak-anak.

RSF juga dilaporkan mengejar para korban serta tenaga medis dari rumah sakit setempat dan menembakkan roket ke gedung pemerintah, memperbesar jumlah korban hingga mencapai 114 jiwa.

Perwakilan UNICEF Sudan, Sheldon Yett, mengecam keras serangan terhadap fasilitas pendidikan dan anak-anak.

“Membunuh anak-anak di sekolah mereka adalah pelanggaran hak anak yang mengerikan,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh membayar harga dari sebuah konflik, dan mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan serta memberi akses bagi bantuan kemanusiaan.

Dalam enam minggu terakhir, RSF mengambil alih El Fasher setelah pengepungan panjang dan dilaporkan melakukan pembunuhan sistematis terhadap warga lokal. 

Laporan investigatif menyebut kota tersebut kini tampak seperti tempat kejadian perkara raksasa dengan tumpukan jenazah di berbagai lokasi.

Gambar satelit menunjukkan RSF menghilangkan bukti pembantaian dengan mengumpulkan mayat dalam jumlah besar untuk dikubur di kuburan massal atau dibakar. Kota tersebut bahkan ditutup bagi penyelidik kejahatan perang PBB.

Saat ini, diperkirakan 60.000 warga sipil telah tewas di El Fasher, sementara 150.000 lainnya hilang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya