Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Dunia

TikTok Gelontorkan Rp625 T untuk Bangun Pusat Data Raksasa di Brasil

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 12:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Platform berbagi video TikTok berencana menanamkan lebih dari 200 miliar real (sekitar Rp625,5 triliun) untuk membangun pusat data pertamanya di Amerika Latin, berlokasi di negara bagian Ceara, Brasil.

“Ini investasi bersejarah dan menunjukkan komitmen TikTok untuk Brasil, salah satu pasar digital paling dinamis,” ujar Monica Guise, Kepala Kebijakan Publik TikTok Brasil, di hadapan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dikutip dari Business Times, Sabtu 5 Desember 2025.

Lokasi pusat data berada dekat pelabuhan industri Pecem, serta tak jauh dari kota Fortaleza -- titik pendaratan kabel-kabel internet bawah laut yang menghubungkan Brasil dengan Eropa dan Afrika. Infrastruktur ini membuat Ceara jadi kawasan strategis bagi investasi pusat data yang dibutuhkan untuk pengembangan AI.


Pemerintah Brasil memang sedang mendorong ekspansi teknologi. Lula sebelumnya telah memberi insentif khusus untuk perusahaan yang membangun pusat data, termasuk pembebasan pajak impor peralatan tertentu. 

“Pusat data ini akan menjadi lompatan besar bagi perkembangan teknologi di negara ini,” tegas Lula.

Investasi TikTok di Brasil datang di tengah tekanan Amerika Serikat, yang mengancam memblokir aplikasi tersebut jika ByteDance tidak menjual operasinya di AS. Sejauh ini, upaya negosiasi belum menghasilkan solusi yang jelas.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya