Berita

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB Mohammad Toha (Dokumen pribadi)

Politik

Jangan Diam, DPR Desak Pemda Pelototi Perusak Hutan

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 09:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi II DPR RI mendesak pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam mendata, memantau, dan melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan kawasan hutan maupun lingkungan hidup di wilayah masing-masing. 

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB Mohammad Toha menegaskan bahwa pemda merupakan pihak yang paling memahami dinamika lapangan sehingga pengawasan tidak boleh longgar.

Toha mengatakan, meski sebagian besar izin pemanfaatan kawasan hutan diterbitkan pemerintah pusat, pengawasan aktivitas di lapangan tetap menjadi tanggung jawab besar pemerintah daerah. Ia pun mendorong daerah membangun sistem pemantauan real time untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.


“Yang mengetahui kondisi riil di lapangan adalah pemerintah daerah. Maka, bila ada penyalahgunaan kawasan hutan atau kegiatan yang menyalahi izin, harus segera dilaporkan dan ditindak. Pengawasan tidak bisa longgar,” tegas Toha kepada wartawan, Sabtu 6 Desember 2025.

Toha juga mengajak masyarakat dan lembaga aktivis lingkungan untuk turut terlibat aktif. Menurutnya, pengawasan publik sangat penting agar tidak ada celah bagi oknum yang mencoba memanfaatkan lemahnya pengendalian.

Legislator PKB itu menekankan bahwa penegakan hukum harus diperkuat tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada tebang pilih dalam menangani kasus-kasus perusakan hutan maupun lingkungan.

“Penegakan hukum harus tegas dan adil. Tidak boleh ada pembiaran. Jika ada pembiaran, maka siapapun yang turut membiarkannya ikut menanggung dosa,” tegasnya.

Toha optimistis sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan aparat penegak hukum akan memperkuat upaya penyelamatan kawasan hutan.

Sebelumnya, banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan lebih dari 700 korban jiwa dan berdampak pada 3,3 juta warga. Puluhan ribu bangunan publik dan rumah penduduk rusak, sementara kerusakan lingkungan berlapis yang terjadi selama bertahun-tahun diduga turut memperparah skala bencana tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya