Berita

Ilustrasi aplikasi Meta (RMOL/Reni Erina)

Dunia

Meta Mulai Blokir Akun Instagram dan Facebook Milik Anak-anak Australia

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meta resmi memulai proses penguncian akun Instagram dan Facebook milik pengguna Australia yang berusia di bawah 16 tahun, menjelang berlakunya undang-undang baru pada 10 Desember 2025 mendatang.

Dikutip dari 9News, Sabtu 6 Desember 2025, perusahaan telah melakukan verifikasi usia terhadap ratusan ribu akun dan menemukan sekitar 500.000 akun di bawah umur yang akan ditutup. Para pengguna tersebut sudah menerima pemberitahuan bahwa akses mereka akan dihentikan, dan akun baru dapat digunakan kembali setelah mereka berusia 16 tahun.

Dalam pesan resmi yang dikirim kepada pengguna terdampak, Meta menegaskan: “Sebentar lagi, Anda tidak akan dapat lagi menggunakan Facebook dan profil Anda tidak akan terlihat oleh Anda atau orang lain.”


Meta juga meminta pengguna untuk mengunduh dan menyimpan foto, postingan, serta pesan pribadi sebelum akun mereka dihapus.

Meta mengakui proses identifikasi usia lewat teknologi dapat menimbulkan kesalahan. “Terdapat margin kesalahan dalam memperkirakan usia pengguna,” kata perusahaan itu, sehingga kemungkinan ada pengguna yang sebenarnya sudah berusia 16 tahun ke atas ikut terdampak.

Jika hal seperti itu terjadi, pengguna bisa mengajukan banding dengan memverifikasi usia menggunakan video selfie atau identitas pemerintah melalui layanan Yoti.

Setiap perubahan usia dari “di bawah 16 tahun” menjadi “di atas 16 tahun” juga wajib diverifikasi ulang.

Will Easton, Direktur Pelaksana Meta Australia, mengatakan perusahaan memahami tujuan pemerintah, namun kebijakan ini tetap membawa konsekuensi besar. “Kami sependapat dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan pengalaman daring yang lebih aman dan sesuai usia, namun larangan menyeluruh ini juga menimbulkan tantangan tersendiri," ujarnya.

Easton menambahkan bahwa Meta telah berinvestasi pada berbagai alat dan perlindungan untuk menjaga keamanan remaja dan akan tetap mendorong solusi yang seimbang antara keamanan, privasi, dan konektivitas.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya