Berita

Pengamat politik Rocky Gerung (Foto: Istimewa)

Politik

Rocky Gerung: Sumbangan Ferry Irwandi Paradoks bagi Pemerintah

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 14:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sumbangan yang berhasil dikumpulkan Influencer kritis Ferry Irwandi untuk warga terdampak bencana di wilayah Sumatera, dianggap sebagai satu fakta yang bertentangan dengan yang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik Rocky Gerung, dalan podcast bersama Jurnalis Senior Hersubeno Arief, yang tayang dalam kanal Youtube Hersubeno Point, Kamis malam kemarin, 4 Desember 2025.

Dia melihat satu fenomena yang tak selaras setelah muncul kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).


"Kita lihat satu paradoks. Bahwa pemerintah kesulitan atau kewalahan mengumpulkan pajak untuk membiayai pembangunan," ujar Rocky dikutip redaksi di Jakarta pada Jumat, 5 Desember 2025.

"Tetapi kita lihat satu hal yang justru sebaliknya. Masyarakat dengan sukarela menyumbang (melalui) saudara Ferry Irwandi, dalam waktu dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya miliaran Rupiah masuk," sambung dia.

Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan persoalan pelik yang ada di bangsa Indonesia saat ini. Dimana, terdapat nilai-nilai Pancasila yang tidak diejawantahkan oleh pemerintah.

"Itu penanda bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab tetap ada dalam masyarakat sipil. Sebaliknya pemerintah tidak peduli dengan kesosialan manusia," tuturnya. 

Oleh karena itu, mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu memandang ada semacam gejala tak wajar di masyarakat, dari fenomena bantuan kemanusian untuk bencana Sumatera, khususnya terkait dengan kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

"Dan itu yang menyebabkan orang sekarang menganggap bahwa ya lebih baik bayar pajak lewat bencana daripada ditagih oleh pemerintah," demikian Rocky menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya