Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Novita Hardini (Dokuman Novita Hardini)

Politik

Komisi VII DPR: Daerah Bisa Mandiri Tanpa Bergantung pada Sumber Daya Ekstraktif

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan terintegrasi dinilai menjadi kunci kemandirian ekonomi daerah. Dengan penguatan sektor ini, daerah disebut tak perlu lagi bergantung pada sumber daya ekstraktif.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Novita Hardini, menyampaikan pandangan tersebut saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Sanggar Seni Nani Bili di Kota Sorong, Papua, baru-baru ini.

Menurut legislator dari Dapil Jawa Timur VII itu, keterbatasan fiskal yang dialami pemerintah daerah dari Sabang sampai Merauke harus dihadapi dengan pendekatan kreatif. Salah satunya melalui pembangunan kota kreatif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.


Ia mencontohkan Sanggar Seni Nani Bili yang telah berdiri puluhan tahun dan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp7 juta per hari dari pertunjukan seni jalanan.

“Bayangkan jika kreativitas ini dimultiplikasi. Jika masyarakat diberdayakan secara merata, mereka bisa mandiri melalui karya. Pemerintah jangan berdiri saja, harus ikut mendorong agar nilai pendapatan itu terus meningkat,” ujar Novita kepada wartawan, Jumat, 5 Desember 2025.

Novita juga menyoroti minimnya fasilitas sanggar, mulai dari tidak adanya gedung latihan hingga tempat latihan yang masih beralaskan tanah. Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah nyata.

“Pemda punya banyak ruang yang tidak terpakai. Manfaatkan itu untuk tempat latihan. Lalu, berikan panggung untuk tampil dan bantu promosi mereka. Jangan hanya menggandeng talent individu tanpa melibatkan sanggar yang membina mereka,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong pelatihan tambahan seperti konten kreator agar pertunjukan seni Papua dapat menjangkau audiens digital lebih luas melalui platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya.

Novita juga menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor antara ekonomi kreatif dan pariwisata yang selama ini bekerja sendiri-sendiri. Ia menekankan sinergi anggaran agar potensi daerah dapat dioptimalkan.

“Papua punya kekuatan pariwisata seperti Raja Ampat. Kita bisa menghentikan ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti tambang yang notabene merusak ekosistem alam dan bisa menyebabkan bencana seperti yang terjadi saat ini di Sumatera,” ujarnya. 

“Ketika pertunjukan seni tumbuh, alamnya sudah ada, maka ekonomi kreatif muncul dari busana, aksesori, hingga kerajinan. Semua itu bisa bernilai ekonomi,” imbuh Novita.

Novita memastikan Komisi VII DPR RI akan terus mengadvokasi penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah, mulai dari fasilitas, pelatihan, hingga akses panggung bagi pelaku seni.

“Jika semua sanggar diperlakukan setara dan didukung penuh oleh pemerintah daerah dan pusat, maka ekonomi daerah akan bergerak lebih cepat dan lebih berkeadilan,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya