Berita

Aplikasi transportasi daring Grab dan Gojek. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Merger Grab-GoTo Bisa Ubah Peta Fintech Indonesia

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 11:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana merger Grab dan GoTo diperkirakan bukan hanya mengubah persaingan layanan transportasi dan pesan-antar, tetapi juga berpotensi mengguncang industri bank digital Indonesia. Hal ini karena kedua grup memiliki pemain kunci: Bank Jago di kubu GoTo dan Superbank di kubu Grab.

Di tengah isu golden share pemerintah dan pergantian manajemen GoTo, Superbank justru terus maju dengan rencana IPO senilai Rp3,1 triliun pada pertengahan Desember. Langkah ini dinilai krusial bagi ambisi fintech hasil merger, apa pun keputusan akhirnya.

Analis teknologi Capco, Chulayuth Lochotinan, menilai penggabungan Grab-GoTo bisa membawa dampak besar bagi sektor digital. 


“Jika merger ini terlaksana, hasilnya bisa sangat besar bagi industri,” ujarnya, dikutip dari Business Times, Jumat 5 Desember 2025.

Saat ini, Bank Jago tercatat sebagai salah satu bank digital terkuat dengan simpanan terbesar kedua setelah SeaBank, sementara Superbank yang baru diluncurkan tahun lalu mulai menunjukkan perbaikan kinerja dan mencetak laba kuartal III 2025, meski asetnya masih jauh lebih kecil dari pemain besar.

Karena itu, IPO dianggap sangat penting bagi Superbank. 

“IPO yang sukses akan menyediakan modal untuk mendukung pertumbuhan, apa pun hasil merger Grab-GoTo,” kata Jayden Vantarakis dari Macquarie.

Para analis menekankan potensi efisiensi jika bank digital dari kedua grup berbagi teknologi, data, dan infrastruktur. Menurut Chulayuth, skala besar akan menurunkan biaya, meningkatkan kualitas produk, dan membuat layanan lebih terjangkau bagi nasabah.

Namun risiko tetap ada. Anosh Pardiwalla dari Oliver Wyman menilai kompetisi dua bank dalam satu ekosistem bisa saling memakan pasar, serta mempertanyakan arah jangka panjang Bank Jago. Meski demikian, merger antara Bank Jago dan Superbank dinilai kecil kemungkinannya karena perbedaan struktur kepemilikan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya