Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia-Pasifik Melemah Jelang Akhir Pekan, IHSG Masih Berpeluang Menguat

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jelang akhir pekan pertama Desember 2025, bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi setelah Wall Street bergerak lesu pada penutupan sebelumnya. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke 1,94 persen, level tertinggi sejak Juli 2007, menambah tekanan pasar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 1,38 persen ke 50.323,73 poin pada perdagangan Jumat pagi 5 Desember 2025, sementara Topix merosot 1,12 persen. 

Saham teknologi menjadi fokus, dengan SoftBank melanjutkan reli tiga hari berturut-turut meski penguatan akhir dipangkas, terakhir naik 1,02 persen.


Di Korea Selatan, Kospi bergerak tipis di bawah datar, sedangkan Kosdaq turun 0,25 persen. Australia membuka perdagangan dengan ASX 200 melemah 0,17 persen, kemudian sempat rebound tipis 0,09 persen ke 8.626,30.

Sementara itu, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan kenaikan meski tekanan aksi jual asing tetap membayangi. Kemarin, indeks ditutup naik 0,33 persen ke 8.640. Namun net sell asing tercatat Rp182 miliar. Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York turun 0,40 persen menjadi 18,78 Dolar AS.

Secara teknikal, IHSG kini menguji level support 8.600 dengan potensi rebound menuju 8.700. Analis Indo Premier menilai, reli awal Desember yang naik 1,35 persen kemungkinan berlanjut, didorong momentum window dressing dan Santa Claus rally, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia pekan depan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya