Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 4 Desember 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Menhut Sebut Banjir Sumatera Akibat Kombinasi Beberapa Faktor

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 16:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap penyebab banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan bencana tersebut terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan. 

“Pertama, adanya siklus tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, namun juga ada karena bentuk geomorfologi DAS (Daerah Aliran Sungai). Serta yang ketiga adalah tentu karena ada kerusakan pada daerah tangkapan air atau DTA,” ujar Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 4 Desember 2025. 


Lebih jauh, ia memaparkan kondisi deforestasi nasional. Ia mengklaim berdasarkan data deforestasi Indonesia hingga bulan September 2025 menurun sebesar 49.700 hektare jika dibandingkan tahun 2024.

“Atau menurun 23,01 persen,” katanya.

Dari angka itu, Raja Juli menyebut penurunan deforestasi juga terlihat pada tiga provinsi terdampak banjir bandang. 

“Di Aceh menurun sebesar 10,04 persen. Di Sumut menurun sampai 13,98 persen, dan di Sumbar turun 14 persen jika dibandingkan dengan 2024,” tandas Politikus PSI itu.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya