Berita

Kerusakan hutan di kaki Bukit Barisan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. (Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra)

Politik

Komisi IV DPR:

Hutan Tidak Gundul Lebih Penting Ketimbang Bantuan Sembako

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 16:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPR menyoroti kerusakan hutan di kawasan Bukit Barisan yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor pemicu banjir dan longsor berulang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau Titiek Soeharto, menegaskan bahwa persoalan bencana tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan curah hujan yang tinggi. 

Ia menduga adanya masalah serius pada kerusakan kawasan hulu.


“Rakyat di Aceh, Medan (Sumut) hingga Sumatera Barat tidak butuh sekedar bantuan sembako pascabencana, mereka butuh jaminan bahwa hutan di atas rumah mereka tidak gundul dan membahayakan nyawa mereka,” kata Titiek dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.  

“Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan curah hujan yang tinggi sementara kita menutup mata terhadap fakta di lapangan. Ketiga provinsi ini Aceh, Sumut, dan Sumbar dihubungkan oleh satu tulang punggung ekologis yang sama yaitu Pegunungan Bukit Barisan,” tambahnya. 

Menurut Titiek, banjir yang terjadi serentak dan berulang menunjukkan ada kerusakan pada fungsi “menara air” di wilayah hulu. Karena itu, Komisi IV meminta penjelasan lengkap kepada Menteri Kehutanan terkait kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi lokasi bencana.

Dalam rapat, politikus Gerindra itu menyampaikan enam permintaan data dan penjelasan. Pertama, peta kondisi daerah aliran sungai yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. 

Kedua, data tutupan lahan di setiap DAS. Ketiga, data kerusakan hutan dan lahan pada masing-masing DAS.

Keempat, program dan rencana rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah tersebut. Kelima, besaran anggaran dari APBN maupun non-APBN yang dialokasikan untuk rehabilitasi DAS. Keenam, program rehabilitasi hutan dan lahan di seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya