Berita

Sekjen Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Sekjen Liga Muslim Dunia Temui Prabowo, Siap Bantu Korban Banjir Sumatera

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 16:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al-Alam Al-Islami), Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.

Al-Issa menyebut diskusinya dengan Presiden RI berjalan produktif, mencakup berbagai isu prioritas, terutama kondisi umat Islam dan tantangan yang sedang dihadapi bersama.

“Kami merasa terhormat hari ini dapat bertemu dengan Yang Mulia Bapak Presiden. Pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat berharga dan istimewa,” ujarnya kepada awak media usai pertemuan. 


Sekjen Liga Muslim Dunia itu juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah banjir yang menimbulkan korban dan kerugian besar di Sumatera.

“Menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Yang Mulia dan seluruh rakyat Indonesia atas musibah banjir yang menyakitkan yang terjadi,” ucapnya.

Sebagai bentuk solidaritas internasional, Liga Muslim Dunia menegaskan kesiapan memberikan dukungan konkret bagi penanganan bencana. 

“Atas nama Rabithah Al-Alam Al-Islami, kami juga menyatakan kesiapan kami untuk mendukung Republik Indonesia dalam upaya meringankan penderitaan akibat kerugian yang ditimbulkan oleh banjir ini,” kata Al-Issa.

Selain topik kebencanaan, pertemuan juga menyoroti pentingnya peran umat Islam dalam memperkuat pesan perdamaian. 

“Kami membahas tentang pentingnya peran yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam menjelaskan hakikat sejati agama Islam yang menyeru pada perdamaian di dunia kita, serta menyeru pada keharmonisan dalam masyarakat nasional,” tuturnya.

Al-Issa turut memuji Indonesia sebagai model koeksistensi yang berhasil di tengah keberagaman agama dan etnis. 

“Kami memberikan pujian atas pengalaman istimewa yang dimiliki Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global, dalam hal koeksistensi yang ideal di tengah keberagaman agama dan etnis. Kami menganggap model ini sebagai contoh yang kita banggakan dalam kerangka keislaman kita,” ujarnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya