Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Motor Mewah Kawasaki akan Naik hingga 17 Persen

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 11:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan Jepang Kawasaki Heavy Industries memberi sinyal akan menaikkan harga motor-motor mewah mereka untuk menutup dampak tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

CEO Kawasaki Heavy, Yoshinori Kanehana, mengatakan mesin dan banyak komponen motor Kawasaki berasal dari Jepang. Karena itu, produk tersebut terkena tarif impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. 

"Kebijakan tarif ini juga bisa berpengaruh pada rencana perusahaan mempekerjakan sekitar 4.000 pekerja di Nebraska," kata Kaneha, dikutip dari Japan Times, Kamis 4 Desember 2025.


Menurut Kanehana, jika seluruh biaya tarif dialihkan kepada konsumen, harga motor bisa naik sekitar 17 persen. Ia mengakui hal itu akan menekan penjualan, namun dampaknya terutama dirasakan pada model premium yang lebih besar dan mahal. “Orang kaya tetap akan membelinya,” ujarnya.

Walau terkenal lewat lini motor sportnya, Kawasaki Heavy memiliki bisnis luas -- mulai dari kapal fregat angkatan laut hingga gerbong kereta bawah tanah. Unit kedirgantaraannya bahkan sedang berkembang dan membantu meningkatkan pendapatan kuartal kedua.

Kawasaki juga membuat badan pesawat untuk Boeing 787 dan 737. Kanehana mengatakan perusahaan ingin memperbesar kapasitas produksi. Soal investasi, ia hanya memberi isyarat nilai yang sangat besar. “Untuk Boeing, kami ingin membangun pabrik tambahan,” katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya