Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Pemerintah Pastikan Anggaran dan Logistik Aman, Bantuan Asing Belum Diperlukan

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 19:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah menegaskan belum membutuhkan bantuan internasional dalam penanganan bencana yang terjadi di utara Pulau Sumatera.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemerintah masih memiliki kapasitas anggaran dan logistik untuk menangani dampak bencana secara mandiri.

Dalam pernyataan di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025, Prasetyo menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan dibukanya akses bantuan luar negeri. 


Ia memastikan pemerintah tetap menghargai atensi dari negara-negara sahabat, namun belum pada tahap membutuhkan intervensi dari luar.

“Banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat. Baik yang mengucapkan keprihatinan maupun yang ingin memberikan bantuan, kami mengucapkan terima kasih. Namun demikian kita merasa bahwa pemerintah, dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi,” ujar Prasetyo.

Ia menegaskan ketersediaan pangan dan energi berada dalam kondisi aman. Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah khusus untuk memastikan distribusi kebutuhan vital di daerah terdampak bencana.

“Dari sisi pangan, alhamdulillah kita punya stok yang cukup. Kami juga intens berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan BBM untuk segera terdistribusi ke seluruh wilayah,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah memastikan dana penanganan bencana tersedia dan dapat ditingkatkan jika situasi membutuhkan. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) dalam APBN.

“Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung, apabila Dana Siap Pakai secara jumlah nominal itu perlu dilakukan penambahan, maka akan dilakukan penambahan,” kata Prasetyo.

Saat ini, saldo DSP tercatat masih berada di angka ratusan miliar rupiah. 

“Kalau sampai terakhir, kurang lebih 2 hari yang lalu masih di kisaran Rp500 miliar sekian,” ungkapnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya