Berita

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut. (Foto: Dok JCCNetwork)

Politik

Waspada Konten Viral dan Bombastis Bisa jadi Hoax

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 11:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik diharapkan bisa lebih jeli mencerna setiap informasi yang beredar. Sebab derasnya arus informasi digital saat ini seringkali dibarengi dengan maraknya konten hoax.  

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut mengingatkan, konten hoax cenderung tampil berlebihan, bombastis, dan sengaja dirancang untuk memancing emosi pembacanya.

Berbeda dengan media profesional yang selalu memiliki pola kerja jelas, mulai dari sumber informasi bertanggung jawab hingga proses redaksi yang bisa dipantau.


"Kalau mau cari berita yang benar, carilah di sumbernya yang tepat. Kalau kita menganggap informasi di medsos itu sudah enggak true ekosistemnya, maka jangan mencari di tempat yang gelap, carilah di tempat yang terang," kata Wenseslaus dalam podcast bersama JCCNetwork dikutip Rabu, 3 Desember 2025.

Ia mengingatkan publik tidak mudah terjebak pada kegaduhan di media sosial. Jika ada informasi yang mencuat dan tidak diikuti klarifikasi media kredibel, patut dicurigai sebagai hoax.

Oleh karenanya, masyarakat diimbau langsung mengakses situs resmi media ketika ragu terhadap sebuah kabar.

Sementara itu, kolaborasi antara media dan berbagai lembaga merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Bentuk kerja sama itu bisa ditempatkan pada berbagai level, mulai dari penyediaan informasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi bisnis yang wajar dalam ekosistem industri media.

Menurutnya, penanganan hoax membutuhkan alat bantu verifikasi di lapangan. Ia mencontohkan situasi ketika hoax muncul dari daerah yang jauh seperti di Aceh atau Jayawijaya, Papua, sementara redaksi tidak memiliki perwakilan langsung di wilayah tersebut.

Dalam kondisi itu, aparat kepolisian, pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat sipil setempat dapat memberikan klarifikasi awal untuk memastikan kebenaran informasi.

“Kerja sama dengan pemerintah, korporasi, kepolisian, maupun kejaksaan penting dalam konteks penanganan hoax dan ujaran kebencian,” pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya