Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Ketua MPR Singgung Pembalakan Liar di Balik Banjir Sumatera

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 21:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti temuan kayu gelondongan yang hanyut dalam banjir besar di Aceh dan Sumatera Utara. 

Usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 2 Desember 2025, Muzani menyebut indikasi kuat bahwa sebagian kayu tersebut berasal dari aktivitas pembalakan liar yang sudah berlangsung lama.

Muzani mengatakan kesimpulan awal itu muncul setelah melihat sejumlah foto dan video yang beredar dari lokasi bencana. 


“Kalau dari lihat gambar-gambar dan foto-foto yang kami saksikan, entah di Aceh, entah di Sumatera Utara, sepertinya kayu-kayu yang hanyut itu kayu-kayu hasil tebangan itu, yang cukup lama, bukan kayu-kayu yang ditebang baru-baru atau kayu-kayu yang roboh karena terjangan badai,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika benar kayu tersebut berasal dari pembalakan ilegal, maka hal itu menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir. 

“Jadi, itu artinya kalau itu betul, ya, kalau itu betul, itu berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali yang menyebabkan yang menjadi salah satu sebab bencana ini bisa memperparah dan diperparah,” kata Muzani. 

Ia mengingatkan agar para pemangku kebijakan lingkungan memberi perhatian serius pada persoalan tersebut. 

“Cukup ini menjadi pelajaran terakhir,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah Presiden Prabowo sudah mendapat laporan lengkap mengenai penyebab banjir, Muzani hanya menjawab singkat. 

“Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif,” kata Muzani. 

Namun ia tidak merinci apakah pemerintah telah menyimpulkan bahwa pembalakan liar menjadi penyebab utama. 

Muzani memastikan pimpinan MPR akan turun ke daerah terdampak untuk memberikan dukungan moral. 

“Kami rencananya pimpinan MPR akan ke daerah-daerah tersebut, paling tidak memberikan support, semangat kepada saudara-saudara kita yang sekarang menghadapi musibah,” jelasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya