Berita

CEO Danantara Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pencabutan Status Internasional Bandara IMIP Tidak Ganggu Iklim Investasi

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 18:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

CEO Danantara Rosan Roeslani menanggapi soal polemik Bandara Khusus IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah yang status penerbangan internasionalnya telah dicabut oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Rosan menegaskan, perubahan status bandara tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kepercayaan investor maupun arah hilirisasi di kawasan industri tersebut.

"Saya yakin itu tidak mengganggu iklim investasi ya, karena kalau dari investor, investasi yang mereka lihat adalah penyempurnaan kebijakan yang kita terus tingkatkan," ujar Rosan kepada wartawan di Jakarta pada Selasa, 2 Desember 2025.


Ia menjelaskan, dalam dinamika persaingan global, yang menjadi fokus utama pelaku usaha adalah konsistensi kebijakan dan kepastian regulasi, bukan isu politik atau polemik di ruang publik.

"Karena kenapa? Saya sering bilang bahwa kita juga bersamaan berkompetisi atau bersaing dengan negara-negara tetangga lah. Akses yang lainnya dalam mereka menarik investor luar negeri, terutama untuk berinvestasi di Indonesia," imbuhnya.

Rosan menegaskan yang paling dihargai investor adalah stabilitas nasional serta minimnya gejolak politik yang dapat mengganggu kegiatan ekonomi.

"Jadi lebih daripada perizinan, semuanya lebih terukur, terstruktur, itu yang lebih diutamakan. Dan yang paling penting adalah bahwa di Indonesia ini kita selalu memaintain stabilitas dan kedamaian. Jadi, perubahan-perubahan politik tidak mengakibatkan adanya suatu kegagalan di kita. Itu yang mereka apresiasi juga," jelasnya.

Menurut Rosan, Indonesia saat ini telah dianggap sebagai negara yang ramah investasi dan menjaga suasana yang kondusif bagi pelaku usaha asing.

"Mereka bilang peace and stability, itu yang selalu di-maintain oleh Indonesia yang mungkin salah satu poin keunggulan kita dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya," ujarnya.

Sebelumnya Bandara IMIP ramai diperbincangkan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaan bandara tersebut yang beroperasi tanpa kehadiran aparat negara.

 "Ternyata di Indonesia ada bandara yang tanpa ada otoritas negara. Bandara itu ada di kawasan industri Morowali atau PT IMIP. Tanpa adanya pihak keamanan, tanpa adanya pihak bea cukai, dan tanpa adanya pihak imigrasi," kata Menhan.

“Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik," sambung Sjafrie.

Mengacu pada data Kemenhub, Bandara IMIP sebelumnya berstatus bandara khusus dengan klasifikasi teknis 4B. Bandara tersebut melayani penerbangan domestik dan dikelola secara swasta dengan pengawasan Ditjen Perhubungan Udara melalui Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.

Bandara IMIP sempat menyandang status bandara internasional sejak Agustus 2025 melalui Keputusan Menteri Perhubungan KM 38/2025. Namun, per 13 Oktober lalu, status tersebut resmi dicabut oleh Kemenhub melalui KM 55/2025 yang menggantikan ketentuan sebelumnya.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya