Berita

Wamenkop Farida Farochah melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Bontomate'ne, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 2 Desember 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Gudang Kopdes Tampung Potensi Produk Unggulan Desa

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 17:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembangunan gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, khususnya pergudangan, akan dimaksimalkan untuk menampung produk-produk yang menjadi potensi unggulan desa.

Menurut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah 
nantinya petani bisa menjual gabahnya dan dibeli Kopdes, lalu dikeringkan, digiling, kemudian dijual lagi ke masyarakat. 

"Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar Sehingga, ketahanan pangan di desa bontomatene ini berdaulat dan mandiri pada saatnya nanti," papar Wamenkop, usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Bontomate'ne, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 2 Desember 2025.

"Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar Sehingga, ketahanan pangan di desa bontomatene ini berdaulat dan mandiri pada saatnya nanti," papar Wamenkop, usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Bontomate'ne, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 2 Desember 2025.

Farida mengapresiasi langkah cepat dari seluruh pihak dan stakeholder yang terlibat dalam memaksimalkan waktu guna membangun gerai Kopdes Merah Putih Bontomate'ne ini.  

Dia berharap dengan dibangunnya gerai Kopdes Bontomate'ne, perekonomian di desa tersebut dapat berkembang pesat, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada. 

Selain itu, Wamenkop juga berharap proses pembangunannya bisa melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya, sehingga ada rekrutmen terhadap tenaga kerja baru. Kopdes ini akan menjadi milik masyarakat di desa ini, sehingga partisipasi masyarakat yang jumlahnya belasan ribu jiwa ini, secara maksimal bisa bergabung menjadi anggota koperasi.

"Masyarakat bisa memanfaatkan segala fasilitas yang kita bangun ini sebagai tempat transaksi untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari," kata Wamenkop.

Lebih dari itu, Kopdes Merah Putih juga sebagai tempat offtaker hasil bumi dari masyarakat untuk diolah di koperasi, kemudian dikembalikan dengan dijual ke masyarakat. 

"Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi," katanya.

Proses ekosistem seperti itu merupakan bentuk komitmen Kopdes Merah Putih, yakni dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. 

"Saya pastikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah tonggak penting dalam mempercepat penguatan ekonomi masyarakat desa," tegas Wamenkop.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya