Berita

Aksi protes di depan rumah Presiden Israel Isaac Herzog (Foto: AA)

Dunia

Warga Kepung Rumah Presiden Israel Tolak Grasi Netanyahu

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang protes meletus di luar kediaman Presiden Israel Isaac Herzog setelah kelompok demonstran sayap kiri menolak permintaan grasi yang diajukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus korupsi yang membelitnya selama lima tahun terakhir.

Mengutip laporan Middle East Monitor pada Selasa, 2 Desember 2025, puluhan warga Israel berkumpul di kawasan Tel Aviv, membawa poster dan simbol-simbol satir. 

Salah satu demonstran bahkan mengenakan kostum menyerupai Herzog dan duduk di atas tumpukan pisang, sebagai bentuk kritik bahwa pemberian grasi dapat menjadikan Israel sebagai “banana republic.”


Merespons meningkatnya ketegangan, Kantor Kepresidenan Israel mengeluarkan pernyataan resmi untuk menegaskan bahwa Herzog tidak akan terpengaruh oleh tekanan politik mana pun. 

“Dalam beberapa jam terakhir, beredar unggahan yang dikaitkan dengan Presiden atau kantornya. Kami tegaskan bahwa setiap unggahan yang tidak dikeluarkan oleh juru bicara Presiden tidak terkait,” bunyi pernyataan tersebut.

Keterangan itu menambahkan bahwa Herzog belum membuat keputusan apa pun karena masih menunggu opini hukum. 

“Presiden tidak akan dipengaruhi oleh tekanan dari pihak mana pun. Setelah menerima seluruh pendapat hukum, Presiden akan mempelajari masalah ini dengan penuh tanggung jawab dan keseriusan,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut laporan Channel 14 Israel, para demonstran yang datang ke rumah Herzog menuntut agar permintaan grasi itu ditolak sepenuhnya. 

Mereka menilai pemberian pengampunan kepada Netanyahu akan melemahkan supremasi hukum yang berlaku.

Netanyahu sendiri sedang menghadapi tiga perkara korupsi, termasuk dugaan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. 

Proses hukum terhadapnya telah berlangsung selama lima tahun, menjadikannya salah satu persidangan politik paling disorot dalam sejarah Israel modern.

Gelombang protes diperkirakan akan terus berlanjut hingga Presiden Herzog menyatakan sikap resmi setelah proses evaluasi hukum selesai dilakukan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya