Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Neraca Dagang RI Surplus 66 Bulan Beruntun, Nilainya Menciut Rp39 Triliun

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 15:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar 2,39 miliar Dolar AS pada Oktober 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebut angka ini menambah daftar panjang surpuls selama 66 bulan beruntun meski mengalami penurunan dibanding surplus bulan sebelumnya yang mencapai 4,34 miliar Dolar AS.

“Pada Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 2,39 miliar Dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin 1 Desember 2025.


Surplus tersebut ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus 4,31 miliar Dolar AS. Tiga komoditas yang paling berkontribusi yakni lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72).

Namun, neraca migas masih membebani perdagangan nasional dengan defisit sebesar 1,92 miliar Dolar AS, terutama dari komoditas minyak mentah dan hasil minyak.

BPS mencatat nilai ekspor Oktober 2025 sebesar 24,24 miliar Dolar AS atau turun 2,31 persen secara tahunan (yoy). Ekspor migas merosot paling tajam hingga 33,60 persen menjadi 0,89 miliar Dolar AS, sedangkan ekspor nonmigas turun 0,51 persen menjadi 23,34 miliar Dolar AS.

“Penurunan nilai ekspor Oktober 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor migas,” ujar Pudji.

Tiga komoditas utama penyumbang penurunan ekspor adalah minyak mentah yang anjlok 54,68 persen dengan andil -0,34 persen, hasil minyak yang turun 40,11 persen dengan andil -0,65 persen, dan gas yang turun 26,20 persen dengan andil -0,84 persen.

Sementara untuk impor, BPS mencatat nilainya mencapai 21,84 miliar Dolar AS atau turun 1,15 persen dibanding Oktober 2024. Impor migas tercatat 2,81 miliar Dolar AS atau anjlok 23,32 persen. Sementara itu, impor nonmigas justru meningkat 3,26 persen menjadi 19,03 miliar Dolar AS.

“Penurunan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh penurunan impor migas dengan andil sebesar -3,87 persen,” tandas Pudji.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya