Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Pimpinan Komisi II DPR Dorong Status Tanggap Darurat Sumatera jadi Bencana Nasional

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 14:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Komisi II DPR RI mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan bencana hidrometeorologi di Sumatera sebagai bencana nasional, mengingat eskalasi korban dan kerusakan yang terus meningkat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 1 Desember 2025.

“Kondisi ini memang kami sangat mendukung bahwa kondisi ini menjadi bencana nasional,” ujar Dede Yusuf. 


Sebab, kata Dede Yusuf, jika status tanggap darurat bencana Sumatera dinaikkan menjadi bencana nasional, maka seluruh perangkat, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi itu akan bersatu padu. 

“Harus turun tangan bahu-membahu,” kata Legislator Demokrat ini.

Dede Yusuf mengungkapkan, jumlah korban jiwa bencana Sumatera telah mencapai lebih dari 300 orang, dengan data terakhir menyentuh 422 korban. Sementara kerusakan harta benda dan infrastruktur, kata dia, sudah tak terhitung lagi.

“Yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa saat ini kondisi pemerintah daerah itu lumpuh. Hampir sebagian lumpuh. Dan kita membutuhkan segala penanganan dengan baik,” tegasnya.

Atas dasar itu, Komisi II DPR mendorong mitra kerja termasuk Kemendagri segera meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah demi memastikan pelayanan publik tetap berjalan, meski dalam situasi darurat.

“Komisi II tentunya mendorong agar mitra-mitra kami, dalam konteks ini adalah Kemendagri, berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian besar Pulau Sumatra semakin menunjukkan skala tragedi yang memilukan. Hingga Minggu malam, 30 November 2025, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menjadikan peristiwa ini salah satu bencana alam terburuk di tahun 2025.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melaporkan bahwa total warga yang meninggal dunia per Minggu 3 Noember 2025, telah mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang lainnya masih dinyatakan hilang di tiga provinsi terdampak; Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya