Berita

(Dari kiri ke kanan) Tersangka Yunus Mahatma selaku Direktur RSUD Harjono Ponorogo, Agus Pramono selaku Sekda Pemkab Ponorogo, Sugiri Sancoko selaku Bupati Ponorogo, dan Sucipto selaku swasta (RMOL /Faisal Aristama)

Hukum

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah 11 Tempat di Jatim

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 10:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan intensitas penyidikan kasus dugaan suap, proyek, dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Dalam sepekan terakhir, tim penyidik bergerak masif, menggeledah total sebelas tempat di tiga wilayah Jawa Timur (Jatim), yaitu Surabaya, Bangkalan, dan Ponorogo.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penggeledahan gencar ini bertujuan untuk menemukan bukti kunci. Dalam penggeledahan di 11 tempat tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan dokumen hingga barang bukti elektronik (BBE). 

"Kegiatan penggeledahan dilakukan di wilayah Surabaya, yaitu di rumah SUG, rumah ELW, serta kantor CV Raya Ilmi, dan CV Rancang Persada. Dalam penggeledahan tersebut penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektornik," kata Budi kepada wartawan, Senin pagi, 1 Desember 2025.


Selanjutnya kata Budi, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di wilayah Bangkalan.

"Yakni di rumah KKH, yang merupakan Tenaga Ahli Bupati Ponorogo. Dalam penggeledahan itu juga diamankan sejumlah dokumen dan barbuk elektronik," tutur Budi.

Selanjutnya untuk di wilayah Ponorogo kata Budi, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Di antaranya di rumah SUG, rumah YSD yang merupakan PPK proyek Pembangunan Monumen Reog, MJB yakni PPK pembangunan RSUD Harjono Ponorogo, serta rumah RLL yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, serta kantor CV Wahyu Utama.

"Dalam rangkaian penggeledahan ini, penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik," terang Budi.

Selain itu, tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan di kantor PT Widya Satria, perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Monumen Reog Ponorogo. Dari sana, tim penyidik mengamankan dokumen, BBE, hingga senjata api yang kemudian dititipkan di Polda Jatim.

Dari seluruh barang bukti yang diamankan tersebut kata Budi, selanjutnya akan didalami penyidik untuk membantu mengungkap perkara ini.

"KPK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang mendukung penuh pemberantasan korupsi oleh KPK, demi mendukung perwujudan birokrasi pemerintahan yang bersih, dan pengadaan proyek yang transparan dan akuntable, sehingga hasilnya akan betul-betul kembali secara optimal untuk masyarakat melalui pembangunan daerah," pungkas Budi.

Rangkaian penggeledahan ini adalah lanjutan dari operasi sebelumnya di bulan November, yang telah menyita aset mewah dari salah satu tersangka, Yunus Mahatma (Dirut RSUD), termasuk dua mobil mewah (Rubicon dan BMW) serta jam tangan mahal.

Kasus ini bermula dari upaya suap Rp1,25 miliar oleh Yunus agar tidak dicopot dari jabatan Dirut RSUD, serta adanya fee proyek RSUD Harjono senilai Rp1,4 miliar. Bupati Sugiri Sancoko telah ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

KPK memastikan seluruh bukti yang diamankan, mulai dari dokumen BBE hingga senpi, akan didalami untuk menuntaskan kasus suap, proyek pengadaan, dan gratifikasi demi mewujudkan birokrasi yang bersih di Ponorogo.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya