Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI: Saham PADA dan IBFN Disuspensi karena Terbang Terlalu Tinggi

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bertindak tegas untuk mendinginkan laju saham yang harganya melonjak drastis. Mulai hari ini, Senin 1 Desember 2025, perdagangan saham dua perusahaan resmi dihentikan sementara (disuspensi) karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.

Saham yang terkena rem mendadak ini adalah PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang bergerak di sektor jasa penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), dan PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) yang berfokus pada penyewaan dan penjualan alat berat. 

Suspensi berlaku di pasar reguler dan pasar tunai.


Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk perlindungan (cooling down) yang diberikan kepada investor.

Tujuan utama suspensi adalah memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mencermati dan mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka, setelah melihat kenaikan harga yang terlalu cepat dan memicu volatilitas.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," pesan Yulianto, dikutip redaksi, Senin 1 Desember 2025. 

Di sisi lain, BEI juga memberikan kabar baik dengan mencabut suspensi dua saham lainnya pada hari yang sama. 

Perdagangan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) resmi dibuka kembali sejak sesi I perdagangan hari ini di pasar reguler dan pasar tunai. Artinya, setelah masa cooling down dianggap cukup, kedua saham ini kembali siap untuk diperdagangkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya