Berita

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia. (Foto: Istimewa)

Publika

Ova Emilia Bisa Dikenal sebagai Rektornya Ijazah Jokowi

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 06:08 WIB

OVA Emilia, Rektor UGM, kembali membikin video monolog. Ia kembali menegaskan Jokowi berkuliah di UGM dan tamat. Video ini menyempurnakan video monolog sebelumnya. 

Kalau sebelumnya, Ova seperti berlepas tangan terhadap ijazah yang sudah berada di tangan lulusannya, kali ini ia akhiri bahwa diperlihatkan atau tidak ijazah itu. Tergantung dari pemilik ijazah itu dan ia tak bermaksud berpihak secara tak proporsional. Memang, terlihat lebih bagus dari video sebelumnya. Tapi tetap saja tak menjawab keraguan banyak orang.

Sembilan poin yang disampaikan Rektor UGM Ova Emilia dalam video monolog terbarunya, kembali menegaskan tahun masuk dan tahun keluar Jokowi berkuliah di UGM. Soal administrasi yang sempat meragukan di sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP), juga dinyatakan lengkap oleh Ova. 


Soal Kasmudjo dan Ahmad Soemitro, bahkan penulisan namanya pun diperjelas. Soal sarjana muda dan sarjana penuh juga dijelaskan. Bahkan, nilai akhir IPK Jokowi juga disebutkan dengan kalimat di atas 2,5.

Memang agak lain, karena terlalu banyak yang harus diklarifikasi untuk seseorang yang pernah kuliah dan tamat di Universitas sekelas UGM. Tahun masuk tahun keluar, sarjana muda sarjana penuh, dosen pembimbing akademik dosen pembimbing skripsi, bahkan sembilan poin yang disampaikan Rektor UGM Ova Emilia itu belum semuanya juga terjawab. 

Misalnya, IPK di atas 2,5. Dulu Jokowi mengatakan IPK-nya di bawah 2 dan belum lama ini dikatakan 3. Bahkan, setelah kasus ini dipergunjingkan berbulan-bulan pun, tak ada kejelasan.

Bukan sekadar boleh atau tidak berkaca dalam ijazah waktu itu, ada peraturan yang membolehkan, kecuali berkaca mata hitam, dan ada bukti ijazah lain yang juga pakai kaca mata.

Tapi anehnya orang juga meragukan apakah benar yang di ijazah Jokowi itu fotonya Jokowi atau bukan? Ini yang belum termasuk dalam sembilan poin yang disampaikan oleh Rektor UGM Ova Emilia itu. 

Bayangkan, hampir semua hal dalam sisi ijazah Jokowi itu yang dipersoalkan dan hanya satu yang hampir pasti bahwa Jokowi memang pernah di UGM, dan tamat atau tidak, Wallahu'alam. Ini mungkin satu-satunya di dunia.

Kertas, foto, jenis tulisan, lambang, stempel, nilai, dosen pembimbing, sebut saja semuanya, hampir tak ada satu pun, yang meyakinkan. Lalu dua orang sudah pernah dibui karena ijazah itu dan menyusul delapan orang lagi, tapi yang namanya ijazah itu tak pernah dibuka. 

Diminta ke UGM, ke KPU, sulitnya minta ampun. Dijanjikan di pengadilan, entah berapa pengadilan yang dilewati, termasuk waktu memenjarakan dua orang di masa lalu itu, tapi tetap tak dibuka. Ijazah itu tak mau dibuka, tapi diletakkan dalam wadah politik-hukum, dan semua berdebat hingga kini.

Kemarin, salah seorang loyalis Jokowi, Andi Azwan, menampilkan scan ijazah Jokowi asli yang seolah diperoleh langsung dari Jokowi, bukan diambil dari yang pernah diposting Dian Sandi, kader PSI. 

Hasilnya zonk. Roy Suryo cs memastikan itu palsu dan berakhir pula pada laporan polisi atas pengakuan Andi Azwan itu. Tapi, publik tak yakin Andi Azwan akan diperiksa polisi, karena pembelaannya pada Jokowi. Rekannya Silfester Matutina yang putusannya sudah berkekuatan hukum tetap saja, sampai kini masih aman dan bebas.

Berbeda dengan video monolog klarifikasi Rektor UGM Ova Emilia sebelumnya, video kali ini tak terlalu ramai mendapatkan respons, karena memang tak ada yang baru. 

Polanya masih sama. Istilah Roy Suryo, masih tetap omon-omon. Entah untuk apa video yang hampir sama itu dibuat kembali? Terkait sidang sengketa di Komisi Informasi Pusat kah? Atau terkait penyidikan Roy Suryo cs setelah ditetapkan sebagai tersangka? Roy Suryo cs sedang mengajukan lagi gelar perkara khusus, tapi dipastikan ijazah Jokowi itu hanya akan dibuka di Pengadilan, menurut kuasa hukum Jokowi.

Memang Jokowi masih sangat beruntung karena hasil survei masih menunjukkan tinggi kepercayaan terhadap keaslian ijazahnya itu. Tapi hasil survei terkait ijazah Jokowi yang belum sama-sama dilihat, kiranya tidaklah pada tempatnya. 

Sekelas Denny JA pun harus turun tangan menyakinkan lewat tulisannya yang panjang bahwa ijazah Jokowi itu tak bisa dikatakan palsu. Masalah kalah dan menang Pilpres masih jadi alasan pembenaran. Kebencian dan krisis kepercayaan juga jadi bagiannya. Tapi ijazah itu sendiri dibuat seolah-olah misteri sampai saat ini. Maka buka sajalah, wahai Pak Polisi!

Dan Rektor UGM Ova Emilia bisa jadi nanti akan lebih dikenal sebagai Rektor Ijazahnya Jokowi ketimbang Rektor UGM yang dalam arti yang sungguh-sungguh.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya