Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana (kiri) saat berbincang dengan host RMOL Abdul Rouf Segun dalam podcast. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Program MBG Ciptakan Ekosistem Baru Hidupkan Ekonomi Rakyat

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 04:59 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjamin bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia akan menciptakan ekosistem baru yang menggerakkan perekonomian masyarakat.

Khususnya dalam penyerapan hasil pertanian di berbagai daerah untuk kebutuhan  bahan baku MBG.

“Dengan adanya ekosistem tersebut, maka akan timbullah kebutuhan baru akan bahan baku karena setiap SPPG akan menerima uang satu bulan kalau di Jawa Rp900 juta, kalau di Papua Rp4 miliar karena bahan baku di Papua mahal. 85 persen uang yang dikirim ke SPPG itu digunakan untuk membeli bahan baku, 99 persen bahan baku itu adalah bahan baku (hasil) pertanian,” kata Dadan dalam Podcast RMOL dikutip, Minggu, 30 November 2025.


Selain tujuan utama MBG agar anak-anak Indonesia mendapatkan akses makan bergizi untuk tumbuh sehat, kuat, cerdas dan ceria, sisi lain juga untuk mendongkrak suatu demand terhadap bahan baku.

“Tapi kalau kita menggunakan uang yang demikian besar hanya untuk satu sisi itu saja menurut saya sayang, makanya kemudian dibuat sebuah ekosistem di mana penerima manfaat itu dilayani oleh sebuah satuan pemenuhan gizi dengan jumlah tertentu yang secara ekonomis menimbulkan demand atau kebutuhan baru dan menjadi pasar baru,” jelasnya.

Ia lantas menyebut bahwa selain untuk membeli bahan baku, anggaran SPPG juga untuk membayar relawan.

“10,5 persen digunakan untuk membayar relawan yang bekerja. Yang tadinya tidak punya pendapatan tetap, pekerjaan tetap (kini memiliki pendapatan tetap),” ungkapnya.

Dadan mencontohkan dari satu komoditas bahan baku pangan seperti pisang, maka dibutuhkan puluhan hingga ratusan sisir dalam waktu sehari. Begitu juga dengan kebutuhan lain seperti telur, daging ayam, lele dan lainnya.

“Contoh pisang saja. Satu kali ngasih makan pisang kan 3.000 pisang. Satu sisir 20 pisang, berapa sisir (diperlukan)? Kalau 3.000 pisang dibagi 20, ini kan 150 sisir. Jadi (sisir pisang) yang menggantung di pinggir jalan, 150 sisir per hari yang harus dibeli oleh 550 orang,” pungkasnya.  


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya