Berita

Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi. (Foto: Instagram gobekasi.official)

Nusantara

Bos Perumda Tirta Patriot Tidur Pulas saat Rapat Dirujak Warganet

Kinerja Dilaporkan ke Kejagung
MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 03:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Upaya penegakan hukum atas dugaan korupsi pengelolaan air di Perumda Tirta Patriot memasuki babak baru. 

Laporan resmi dari Pemuda Peduli Air Minum Indonesia (PPAMI) mengenai maladministrasi dan dugaan penyimpangan anggaran perusahaan daerah tersebut telah didisposisikan resmi oleh Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung. 

Hal ini menandai bahwa perkara ini masuk radar penyidik dan berada dalam proses pendalaman di Kejagung.


Namun di tengah sorotan hukum itu, publik kembali digegerkan oleh perilaku Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, yang tertangkap kamera sedang tertidur ketika Pansus 8 DPRD Kota Bekasi menggelar rapat pembahasan Raperda Penyertaan Modal Tahun Anggaran 2026. 

Momen viral itu dianggap sebagai gambaran tentang lemahnya keseriusan manajemen perusahaan dalam menghadapi persoalan krusial yang sedang menyeret mereka ke meja hukum.

Dilansir dari akun Instagram gobekasi.official, Ali Imam terlihat pulas tertidur saat rapat dengan DPRD. Praktis tindakan itu langsung menjadi bulan-bulanan warganet.

“Woeyyy Bapak yg terhormat trimakasih kiriman air pamnya sampai rumah saya hari ini lumayan keruh,lebih baik dari hari" sebelumnya warnanya kyak di campur susu coklat,semoga Anda tertidur pulas dan tidak terbangun lagi,semoga Allah menerima amal perbuatannya,” tulis pemilik akun @budiantowahyu92.

“Lanjutkan tidurnya, Pak. Lanjutkan di rumahkan lbh nyaman,” timpal akun @sablonplastikbekasi.

Bahkan beberapa warganet juga meminta agar Dirut Perumda dipecat.

“Pecat kata gw mah,” tulis akun @friyansyahyusuf.

“Pecat lgsung bukan di evaluasi,” timpal akun @frhnoktri.  

Terkait itu, Ketua Umum PPAMI, Garisah Idharul Haq, menyebut bahwa dua peristiwa besar yang terjadi bersamaan ini memperkuat pentingnya pengawasan publik dan penegakan hukum.

“Air pelanggan TMS, temuan BPK jelas, hasil lab PAM Jaya menguatkan. Anggaran pengelolaan air besar, tetapi yang diterima warga justru air kotor. Sekarang dirutnya tertidur saat rapat pembahasan penyertaan modal. Ini bukan sekadar buruknya manajemen, ini tanda ada sesuatu yang sangat tidak sehat di tubuh perusahaan,” ujar Garisah dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menegaskan bahwa PPAMI akan terus mengawal proses hukum yang kini sedang masuk tahap pendalaman di Pidsus Kejagung.

“Disposisi Pidsus berarti laporan kami sudah naik meja dan sedang diperiksa isinya. Publik butuh kepastian, bukan drama kantor. Kami meminta kasus ini diproses secara tegas, transparan, dan tanpa intervensi,” tegasnya.

Dengan kasus sudah di Pidsus, publik kini menunggu langkah tegas berikutnya: apakah penyidik akan meningkatkan status laporan ini ke tahap penyidikan, atau hanya berhenti pada klarifikasi administratif.

Laporan itu bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, warga pelanggan Tirta Patriot mengeluhkan air keruh, berbau, bahkan tidak jarang menimbulkan iritasi. Pengaduan itu diperkuat oleh hasil uji laboratorium PAM Jaya terhadap sampel air yang disampaikan langsung oleh PPAMI, serta temuan BPK dalam laporan hasil pemeriksaan kinerja 2020-2022, yang menyebutkan sejumlah parameter air pelanggan TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Kondisi air yang bermasalah ini kontras dengan biaya pengelolaan air yang terus meningkat, sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan Perumda Tirta Patriot tahun 2023. Besarnya anggaran operasional tidak sejalan dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan penggunaan anggaran negara. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi mencoba untuk menghubungi pihak Perumda Tirta Patriot untuk dimintai klarifikasi namun belum mendapat respons.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya