Berita

Gedung Danantara (Foto Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Tanggapan Hutama Karya Soal Merger 7 BUMN Ditunda ke 2026

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana besar peleburan tujuh BUMN Karya yang semula ditargetkan rampung tahun ini, harus diundur hingga 2026. Penundaan ini disebabkan oleh banyaknya pekerjaan rumah terkait kondisi keuangan yang dinilai masih rapuh. 

Menanggapi proses yang melambat ini, PT Hutama Karya (Persero) (HK) menegaskan bahwa mereka tetap berada dalam status siap siaga dan patuh pada arahan pihak yang memimpin.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan bahwa HK sepenuhnya menunggu komando resmi dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan BP BUMN.


"Merger ini, kami dalam status mengikuti apa langkah-langkah yang sudah digariskan oleh Danantara dan BP BUMN,” ujar Mardiansyah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip redaksi Sabtu 29 November 2025. 

Sambil menunggu, HK kini memfokuskan energi ke dalam untuk memastikan semua lini siap menerima penggabungan di masa depan. 

Mardiansyah merinci bahwa HK terus melakukan konsolidasi intensif, baik secara internal maupun dengan rekan-rekan BUMN Karya yang akan bergabung.

Fokus utama konsolidasi tersebut meliputi penyiapan dan penataan aspek finansial perusahaan, penguatan dan penyesuaian kerangka hukum, serta persiapan integrasi dengan calon mitra.

"Semua itu di-lead oleh Danantara. Jadi yang bisa kami sampaikan, prosesnya masih berjalan, tapi untuk bisa selesai kapan itu, kami masih menunggu arahan dari BP BUMN dan Danantara,” tegasnya lagi.

Sebelumya telah diberitakan RMOL bahwa rencana besar penggabungan (merger) tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, termasuk nama-nama besar seperti Hutama Karya, Waskita Karya, dan Wijaya Karya, dipastikan batal terealisasi tahun ini. Proses ambisius ini harus diundur hingga Kuartal I 2026. Alasan utama penundaan adalah masalah keuangan yang masih menumpuk.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, secara terbuka mengakui bahwa kondisi finansial BUMN Karya saat ini dinilai masih rapuh. Penggabungan tidak bisa dilakukan terburu-buru sebelum masalah mendasar diselesaikan.

"Kita carry forward ke tahun depan, (merger) tidak selesai di tahun ini," kata Dony. 

Meskipun jadwal mundur, Danantara memastikan bahwa proses yang melibatkan Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, PTPP, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya ini pasti akan berlanjut.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya