Berita

Kerusakan akibat banjir bandang di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat pada Kamis, 27 November 2025. (Foto: Humas BNPB).

Publika

Kamera, Pejabat, dan Bencana

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 23:00 WIB

TIDAK seperti dulu. Media hanya satu arah. Hanya dari kamera dan mesin tik wartawan saja. Kini Media dari segala arah. Semua orang sudah pegang kamera. Sekali jepret, langsung bisa publikasi dan tak perlu mesin tik atau laptop. Langsung bisa ditulis bersamaan dengan foto atau video yang baru saja dijepret itu.

Tapi sehebat-hebatnya masyarakat, masih lebih hebat pejabat. Ia punya anggaran untuk membentuk tim media. Apa pun yang dilakukannya bisa langsung dijepret, dibuat video, bahkan siaran langsung di lokasi, termasuk lokasi bencana banjir bandang dan longsor seperti yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar saat ini.

Pejabat kita tak bisa lagi berada di rumah atau di kantor saat terjadi bencana. Ia harus berada di lokasi bencana sambil berlomba-lomba, siapa yang lebih dulu, lebih simpatik, lebih dapat latar belakang terbaik di lokasi terparah, sealamiah mungkin. 


Yang tak terlihat di lokasi bencana siap-siap dihujat. Yang berlebihan juga sama.

Agak aneh juga kalau pejabat dan timnya melakukan publikasi yang berlebihan saat terjadi bencana, padahal semua orang tahu bahwa ia sebetulnya tak banyak bisa membantu dampak bencana yang meluas itu. 

Apalagi membantu korban bencana di suatu tempat, sementara korban di tempat lain belum didatangi dan terlantar.

Maka tak sedikit juga muncul protes dari warga, karena pejabatnya justru dianggap tebar pesona di lokasi bencana seolah paling gercep, paling peduli. 

Sementara bencana itu sendiri sudah merenggut banyak hal dari masyarakat dan mungkin tak akan bisa kembali lagi. Tugas pejabat itu tak hanya pada saat bencana saja.

Pada saat bencana pejabat tebar pesona, tapi sebelum bencana pejabat seperti tak ada kerja. Kebijakan yang diambil justru mengakibatkan parahnya bencana yang dialami masyarakat. 

Kebijakan tata ruang, lingkungan, tambang, pariwisata, dan segalanya, tak sedikitpun menimbang aspek-aspek bencana yang akan datang.

Bersama bencana itu kita baru tahu bahwa hutan kita sudah gundul, kayu-kayu di hulu datang seketika ke hilir sebelum sempat dibereskan para pembabat hutan. 

Sungai-sungai dibiarkan begitu saja. Tak pernah sungai itu penuh, kini melimpah dan kotor. Lalu apa artinya seorang pejabat tebar pesona di lokasi bencana?

Persis tahun kemarin juga terjadi bencana. Parahnya katakanlah separah ini juga. Tahun besok, rasanya akan begitu lagi, tapi seperti tak ada antisipasi sistematis dalam menghadapi bencana dari tahun ke tahun. 

Bahkan bisa jadi pejabatnya masih pejabat yang lama. Coba cari foto atau video terbaik pejabat kita di lokasi bencana. Sesekali adakan lomba agar aksi mereka dari tahun ke tahun bisa lebih ekstrem dan memuakkan.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya