Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif Saat Wall Street Libur Melantai

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan Jumat 29 November 2025 dengan pergerakan yang tidak seragam. Aktivitas perdagangan juga cenderung tenang karena pelaku pasar belum mendapatkan banyak arahan dari bursa Amerika Serikat (AS) yang libur pada Kamis saat perayaan Thanksgiving. 

Perhatian utama tertuju pada data inflasi Tokyo yang kerap menjadi acuan awal untuk memprediksi tren inflasi nasional Jepang. Inflasi umum di Tokyo pada Oktober tercatat turun tipis menjadi 2,7 persen dari 2,8 persen pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, inflasi inti -- yang tidak memasukkan harga makanan segar tetapi tetap mencakup energi -- naik ke 2,8 persen, sedikit di atas perkiraan konsensus 2,7 persen.

Dikutip dari CNBC, Nikkei 225 dibuka turun 0,15 persen, sementara Topix bergerak mendatar. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,61 persen, tetapi indeks teknologi Kosdaq justru menguat 1,66 persen. 


Di Australia, indeks S&P/ASX 200 memulai sesi sedikit di atas posisi pembukaan sebelumnya. Untuk Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di 25.935, sedikit lebih rendah dari penutupan indeks utamanya di 25.945,93.

Selain perkembangan dari Jepang, investor juga menunggu data penting dari India, yakni rilis PDB kuartal fiskal kedua (Juli-September) yang dijadwalkan keluar Jumat malam waktu setempat.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya