Bandara IMIP Morowali. (Foto: Dokumentasi Kemenhub)
Bandara IMIP Morowali. (Foto: Dokumentasi Kemenhub)
PERNYATAAN Menhan Sjafrie Sjamsoeddin setiba di bandara internasional itu bagai petir di siang bolong. Ternyata masalahnya juga tidak hanya di bandara Morowali, tapi juga pelabuhan tempat hasil-hasil tambang dimuat dan dikapalkan keluar entah ke mana.
Tidak ada Imigrasi, Bea Cukai, dan aparat pertahanan. Polisi saja tidak cukup. Bandara adalah platform antar-moda darat-udara terutama untuk manusia, sedangkan pelabuhan adalah platform antar-moda darat-laut terutama untuk barang. Jika dua besaran perhubungan itu tidak beres, maka yang terancam adalah kedaulatan negara.
Sudah lama sistem perhubungan dikerdilkan menjadi sekedar sistem transportasi atau logistik nasional; dilihat secara sempit sebagai prasarana ekonomi, demi pertumbuhan yang mengandalkan investasi asing. Dua entitas itu, juga pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang lalu lalang di sana itu, tidak dilihat sebagai instrumen kedaulatan negara, tetapi sekedar alat transportasi.
Populer
Minggu, 01 November 2026 | 22:28
Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52
Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29
Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44
Minggu, 01 November 2026 | 12:02
Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29
UPDATE
Senin, 02 November 2026 | 18:26
Senin, 02 November 2026 | 18:20
Senin, 02 November 2026 | 18:06
Senin, 02 November 2026 | 18:02
Senin, 02 November 2026 | 17:41
Senin, 02 November 2026 | 17:34
Senin, 02 November 2026 | 17:31
Senin, 02 November 2026 | 17:25
Senin, 02 November 2026 | 17:09
Senin, 02 November 2026 | 17:02