Berita

Bandara IMIP Morowali. (Foto: Dokumentasi Kemenhub)

Publika

Bandara Morowali dan Kegilaan Investasi Asing

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 05:18 WIB

PERNYATAAN Menhan Sjafrie Sjamsoeddin setiba di bandara internasional itu bagai petir di siang bolong. Ternyata masalahnya juga tidak hanya di bandara Morowali, tapi juga pelabuhan tempat hasil-hasil tambang dimuat dan dikapalkan keluar entah ke mana. 

Tidak ada Imigrasi, Bea Cukai, dan aparat pertahanan. Polisi saja tidak cukup. Bandara adalah platform antar-moda darat-udara terutama untuk manusia, sedangkan pelabuhan adalah platform antar-moda darat-laut terutama untuk barang. Jika dua besaran perhubungan itu tidak beres, maka yang terancam adalah kedaulatan negara. 

Sudah lama sistem perhubungan dikerdilkan menjadi sekedar sistem transportasi atau logistik nasional; dilihat secara sempit sebagai prasarana ekonomi, demi pertumbuhan yang mengandalkan investasi asing. Dua entitas itu, juga pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang lalu lalang di sana itu, tidak dilihat sebagai instrumen kedaulatan negara, tetapi sekedar alat transportasi. 


Kekeliruan ini, melihat perhubungan hanya sebagai transportasi adalah fatal bagi NKRI negara kepulauan seluas Eropa ini yang beraspirasi untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Kapal, juga pesawat adalah perluasan wilayah NKRI. Untuk hadir di laut atau di udara kita membutuhkan kapal dengan bendera kita berkibar atau terpampang di tubuh pesawat. Untuk berdaulat di laut dan di udara, kita harus hadir dengan armada kapal dan pesawat berbendera merah putih dalam jumlah, kapasitas, dan kecepatan yang memadai. Jika kita gagal hadir secara efektif di udara dan di laut, maka kita pasti kehilangan kedaulatan. 

Baik kapal maupun pesawat memerlukan pelabuhan dan bandara sebagai sistem pendukung yang efisien. Tujuannya adalah memperlancar mobilitas barang dan manusia sebagai ekspresi kemerdekaan. Hambatan atas mobilitas adalah resep untuk miskin. Menjadi negara maritim yang berdaulat di laut dan udara mensyaratkan perhubungan, bukan sekedar transportasi, yang membangun kedaulatan, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membangun ketertiban dunia. 

Kasus bandara khusus di Morowali itu pelajaran penting bagi upaya kita menjadi negara yang berdaulat. Kegilaan investasi asing, biaya politik yang tinggi, terutama sejak UU Cipta Kerja diundangkan telah menyebabkan praktik-praktik administrasi publik yang buruk, sekaligus membahayakan kedaulatan kita. Investasi asing mudah sekali berubah menjadi invasi asing. 

Pemerintah perlu merekonstruksi sistem perhubungan NKRI, tidak sekedar sistranas atau sislognas. Pemerintah perlu lebih melihat  ke timur, lalu melihat laut dan udara sebagai penghubung, dan melihat kapal dan pesawat sebagai infrastruktur utama negara kepulauan bercirikan Nusantara ini.
 

Prof. Daniel Mohammad Rosyid 

Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya