Bandara IMIP Morowali. (Foto: Dokumentasi Kemenhub)
Bandara IMIP Morowali. (Foto: Dokumentasi Kemenhub)
PERNYATAAN Menhan Sjafrie Sjamsoeddin setiba di bandara internasional itu bagai petir di siang bolong. Ternyata masalahnya juga tidak hanya di bandara Morowali, tapi juga pelabuhan tempat hasil-hasil tambang dimuat dan dikapalkan keluar entah ke mana.
Tidak ada Imigrasi, Bea Cukai, dan aparat pertahanan. Polisi saja tidak cukup. Bandara adalah platform antar-moda darat-udara terutama untuk manusia, sedangkan pelabuhan adalah platform antar-moda darat-laut terutama untuk barang. Jika dua besaran perhubungan itu tidak beres, maka yang terancam adalah kedaulatan negara.
Sudah lama sistem perhubungan dikerdilkan menjadi sekedar sistem transportasi atau logistik nasional; dilihat secara sempit sebagai prasarana ekonomi, demi pertumbuhan yang mengandalkan investasi asing. Dua entitas itu, juga pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang lalu lalang di sana itu, tidak dilihat sebagai instrumen kedaulatan negara, tetapi sekedar alat transportasi.
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
UPDATE
Rabu, 02 September 2026 | 01:48
Rabu, 02 September 2026 | 01:21
Rabu, 02 September 2026 | 01:02
Rabu, 02 September 2026 | 00:47
Rabu, 02 September 2026 | 00:23
Rabu, 02 September 2026 | 00:01
Selasa, 01 September 2026 | 23:40
Selasa, 01 September 2026 | 23:18
Selasa, 01 September 2026 | 23:15
Selasa, 01 September 2026 | 22:29