Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 27 November 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Bakal Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan

KAMIS, 27 NOVEMBER 2025 | 21:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan sebagai lembaga baru yang fokus menguatkan kesehatan finansial masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut mencuat setelah pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Ratu Máxima, UN Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health, di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 27 November 2025. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya memperluas kepemilikan rekening bagi masyarakat. 


Menurut Airlangga, saat ini terdapat 88,7 juta rumah tangga yang didorong untuk memiliki rekening demi kelancaran penyaluran bantuan serta peningkatan inklusi keuangan.

“Kebijakan ini bertujuan untuk efektivitas dari penyaluran bantuan dan peningkatan inklusi keuangan,” ujar Airlangga usai mendampingi Prabowo bertemu Ratu Belanda.

Airlangga turut melaporkan bahwa inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,7 persen. Namun tingkat literasi keuangan yang baru berada di angka 66,64 persen masih perlu diperkuat. 

Meski begitu, angka tersebut sudah lebih tinggi dari rata-rata negara OECD. Indonesia juga mencatat 58 juta pelajar telah memiliki rekening tabungan.

Sebagai tindak lanjut, Prabowo meminta agar dibentuk Dewan Nasional yang secara khusus menangani kesehatan keuangan masyarakat.

“Bapak Presiden meminta agar dibentuk Dewan Nasional terkait kesejahteraan keuangan ataupun Financial Health ini. Dan ini adalah untuk melengkapi atau menyempurnakan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI),” kata Airlangga.

Dewan ini nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem data keuangan yang terbuka atau open data. 

"Didorong agar edukasi mengenai literasi keuangan dilaksanakan terus-menerus. Dan juga didorong untuk adanya data yang secara terbuka, tidak hanya untuk perbankan tetapi untuk para consumer perbankan juga. Jadi terkait dengan knowledge," tandas Airlangga.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya