Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Airlangga Beberkan Investasi China Senilai Rp36,4 Triliun di KIT Batang

KAMIS, 27 NOVEMBER 2025 | 21:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa China telah menyiapkan investasi senilai Rp36,4 triliun untuk pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Hal tersebut diungkap Airlangga usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 27 November 2025. 

Airlangga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Partai Komunis China dari Provinsi Fuzhou. Hasilnya mereka sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk 16 proyek kerja sama di Batang senilai Rp36,4 triliun.


"Dan dari 16 kegiatan itu terkait dengan program Twin Country Two Parks, itu terekam investasi total dari 16 proyek sebesar Rp36,4 triliun,” ujar Airlangga.

Ia merinci bahwa sederet proyek strategis yang tercakup dalam kerja sama tersebut. Di antaranya ialah proyek baja 1 juta ton, pengolahan daging dan produk kelautan, perdagangan nikel iron, proyek R&D tekstil dan high-end, serta batu bara. 

Kemudian ada kerja sama bahan baku tekstil, proyek kerja sama industri teh dan melati, direct sourcing terkait dengan product agriculture termasuk kelapa dan durian.

Seluruh proyek itu akan ditempatkan di KIT Batang, yang sebelumnya telah diresmikan bersama oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri China Li Qiang.

“Jadi dengan demikian, ini salah satu untuk mengakselerasi investasi di Kawasan Industri Batang,” sambung Airlangga.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya