Berita

Ilustrasi

Politik

Jakarta jadi Kota Terpadat di Dunia, Kalahkan New Delhi dan Tokyo

RABU, 26 NOVEMBER 2025 | 21:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Jakarta dinyatakan sebagai kota terpadat di dunia dalam pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui laporan terbaru per 26 November 2025, yang mencatat jumlah penduduk Ibu Kota menembus 42 juta jiwa. 

Lonjakan ini sekaligus menempatkan Jakarta di posisi pertama, mengungguli kota besar lain di Asia dan dunia.

Dhaka, Bangladesh menyusul dengan hampir 40 juta penduduk, lalu Tokyo, Jepang dengan 33 juta penduduk.


“Menurut laporan PBB Jakarta kini menjadi kota dengan penduduk terbanyak di dunia, dengan hampir 42 juta penduduk,” dikutip dalam rilis PBB, Rabu, 26 November 2025.

Selain tiga kota itu, beberapa kota Asia lain juga masuk daftar 10 besar kota terpadat. New Delhi di India tercatat berpenduduk 30,2 juta jiwa. 

Shanghai di China memiliki 29,6 juta jiwa, disusul Guangzhou, China 27,6 juta, Manila di Filipina 24,7 juta, Kolkata di India 22,5 juta, dan Seoul di Korea Selatan 22,5 juta jiwa.

Satu-satunya kota di luar Asia yang masuk daftar ini adalah Kairo di Mesir, dengan total penduduk mencapai 32 juta jiwa.

Kepala Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, Li Junhua, menilai urbanisasi bisa menghadirkan peluang pembangunan yang berkelanjutan selama disertai kebijakan pemerataan.

“Jika dikelola secara inklusif dan strategis, urbanisasi dapat membuka jalur transformatif bagi aksi iklim, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan sosial,” ujarnya.

Junhua menekankan perlunya keterlibatan negara dalam menyusun kebijakan nasional yang mampu menyelaraskan perumahan, tata kelola lahan, serta layanan publik di kawasan perkotaan dan pedesaan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya