Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Nusantara

Menag Ajak Indonesia Jadi Produsen Gagasan Islam, Bukan Sekadar Konsumen

RABU, 26 NOVEMBER 2025 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa saat ini adalah momentum emas bagi Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen gagasan Islam global. 

Ia menyoroti bahwa Indonesia sedang menjadi perhatian dunia, khususnya setelah serangkaian pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai perdamaian Gaza yang dinilai tegas, konsepsional, dan mendapat tindak lanjut di banyak negara Muslim.

"Indonesia saat ini memiliki posisi penting karena Presiden kita, Pak Prabowo, menjadi perhatian internasional. Deklarasi beliau ditindaklanjuti hampir di semua negara Muslim," ujar Menag saat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional di Surabaya, Rabu 26 November 2025. 


"Kita jangan sampai hanya menjadi konsumen atas pemikiran-pemikiran mereka, justru kita harus menjadi produsen," tegasnya.

Menurut Menag, keberanian Presiden Prabowo membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memimpin arus pemikiran Islam dunia. Namun, peluang ini harus diisi dengan kerja konseptual.

Kementerian Agama bergerak proaktif untuk memastikan gagasan-gagasan Presiden memiliki dasar yang kuat dan tidak dipanen oleh negara lain. Menag menekankan perlunya akademisi dan pemerintah menyiapkan pedoman konseptual dan muatan akademik untuk menerjemahkan pernyataan Presiden di kancah internasional.

"Untuk menjadi produsen pemikiran ala Pak Prabowo, kitalah yang harus mengisi ruang-ruang itu. Dengan demikian, pernyataan Presiden akan memiliki landasan akademik, konseptual, dan operasional yang kuat," tegasnya.

Konferensi Internasional yang diselenggarakan di UINSA sendiri mengusung tema relevan Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? Reassessing the Role of Indonesian Islam in Shaping the World Future in a Post-War Era.

Rektor UINSA, Akhmad Muzakki, menyampaikan bahwa acara ini merupakan platform penting untuk mempromosikan Islam Indonesia sebagai solusi bagi berbagai tantangan global. Konferensi yang dihadiri oleh lebih dari 2.500 peserta, 10 perwakilan pemerintahan negara sahabat, dan berbagai tokoh penting, ditutup dengan pembacaan Deklarasi Surabaya for Global Peace and Harmony.

Ini menjadi penanda kuat bahwa dunia akademik siap mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Islam Indonesia sebagai pusat peradaban baru yang menawarkan solusi damai dan terukur bagi dunia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya