Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Sinyal Dovish The Fed

RABU, 26 NOVEMBER 2025 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak stabil setelah data penjualan ritel AS menunjukkan pelemahan, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember.

Emas spot bertahan di sekitar 4.139,79 Dolar AS per ons pada Selasa 25 November 2025 waktu setempat, atau Rabu dini hari WIB, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November. 

Pada hari sebelumnya, harga emas melonjak hampir 2 persen menyusul komentar pejabat The Fed yang mendukung pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini.


Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 1,1 persen menjadi 4.140 Dolar AS per ons.

Menurut Peter Grant dari Zaner Metals, harapan pelonggaran kebijakan moneter semakin kuat. 

"Ada harapan baru mengenai pemangkasan suku bunga Desember berdasarkan pernyataan dovish dari the Fed, dan data ini tampaknya tidak mengubah ekspektasi tersebut," ujar Peter Grant, dikutip dari Reuters. 

Penjualan ritel AS pada September tumbuh di bawah perkiraan, sementara inflasi produsen (PPI) naik 2,7 persen secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya. Data CME Group menunjukkan pasar kini memperkirakan 85 persen peluang penurunan suku bunga bulan depan, naik dari 50 persen pekan lalu, serta peluang 65 persen terjadinya pemangkasan lanjutan pada Januari.

Komentar dovish pejabat The Fed seperti Stephen Miran dan Christopher Waller turut menambah keyakinan pasar.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya menguat saat suku bunga turun atau ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat. Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, menyebut ketidakpastian global dan ekspektasi kebijakan longgar The Fed masih menjadi penopang harga emas dalam jangka pendek.

Harga logam lainnya bervariasi. Perak spot turun 0,3 persen ke 51,21 Dolar AS per ons. Platinum naik 0,2 persen ke 1.546,42 Dolar AS, Paladium menguat 0,1 persen menjadi 1.397,49 Dolar AS.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya