Berita

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Politik

Capaian Program Prioritas GTK: Penguatan Kompetensi Hingga Kesejahteraan Guru

SELASA, 25 NOVEMBER 2025 | 22:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) telah berhasil merealisasikan seluruh program prioritas yang telah digagas. 

Upaya ini menjadi pondasi penting dalam memastikan guru Indonesia semakin profesional, kompeten, dan sejahtera.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa berbagai program prioritas telah dijalankan secara intensif selama satu tahun terakhir. 


“Tujuan kita dalam semua program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan meningkatkan kompetensi guru, sehingga guru profesional itu bisa terwujud,” ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, Selasa 25 November 2025.
 
Disampaikan Nunuk, dalam penyaluran aneka tunjangan guru ASN Daerah, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah mencapai Rp62,9 triliun kepada 1.472.687 guru atau sebesar 94%. Kemudian, penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) di daerah 3T, telah mencapai Rp1,419 triliun kepada 55.149 guru dengan tingkat keberhasilan 89,10%.
 
Sementara itu, untuk guru non ASN, TKG untuk guru di daerah 3T telah tersalurkan 100,1% kepada 26.676 guru dengan total Rp371,02 miliar. TPG non ASN juga mencapai 100,1%, dengan nilai Rp8,12 triliun untuk 396.342 guru. Bantuan insentif untuk non ASN pun telah tersalurkan 94,7% atau Rp733,99 miliar bagi 346.238 guru. Penyaluran Bantuan Subsidi Upah mencapai 92,3% atau Rp140,3 miliar kepada 233.770 guru. 

“Harapan kita di Hari Guru Nasional ini, semua guru yang berhak bisa menerima tunjangannya,” tuturnya.
 
Pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG), realisasi tahun ini juga melampaui target. Dari sasaran 808 ribu peserta, hasil seleksi administrasi mencapai 822 ribu peserta.
 
Untuk peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4, tahun ini pemerintah menyediakan beasiswa bagi 12.500 guru melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau. Untuk keberlanjutan program, pada tahun depan pun telah disiapkan anggaran beasiswa untuk 150 ribu guru.
 
Berbagai program peningkatan kompetensi juga menunjukkan capaian signifikan. Pelatihan pembelajaran mendalam mencatat 48.472 pendaftar kepala sekolah dari target 66.836 dan 139.170 pendaftar guru dari target 156.269. 

Kemendikdasmen juga menggandeng 87 lembaga diklat untuk mempercepat pelatihan coding dan kecerdasan buatan, yang tahun ini menyasar lebih dari 60 ribu sekolah. 

Untuk Gerakan Numerasi Nasional dan Matematika Gembira, program telah menjangkau 140 sekolah dan 13 desa, bimbingan teknis bagi 300 fasilitator nasional dan 2.840 fasilitator daerah, yang kemudian ditargetkan dapat mengimbaskan program kepada 40.720 guru TK dan SD.
 
Dalam peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling (BK), telah dilatih 1.200 fasilitator nasional dan 14.590 fasilitator daerah, dengan target jangka panjang mendiseminasikan program tersebut kepada 270 ribu guru BK, guru mata pelajaran, dan guru kelas. 

Selain itu, terkait inisiatif STEM 5M (mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful) telah disiapkan untuk implementasi penuh pada 2026, mencakup pelatihan 3.000 fasilitator nasional dan 45.000 fasilitator daerah untuk mengimbaskan ke 665.018 guru.
 
Terkait peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris, Kemendikdasmen menyiapkan program besar menghadapi kebijakan 2027 ketika bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar.

Pada tahun 2025 telah dimulai pelatihan bagi 1.087 calon fasilitator, dan pada 2026 akan dilatih 60.000 guru. Pada 2027, ditargetkan 90.000 guru SD siap mengajar bahasa Inggris di kelas 3 SD.
 
Untuk Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), Kemendikdasmen mencatat penurunan signifikan jumlah kekosongan kepala sekolah hingga 51%, dari 117 ribu menjadi 57 ribu. 

Tahun ini, pelatihan telah diberikan kepada 8.000 calon kepala sekolah. Menurut Dirjen Nunuk, program ini menjadi kunci percepatan pemenuhan kepala sekolah definitif di seluruh Indonesia.
 
Dengan capaian yang merata di seluruh program prioritas, dari peningkatan kesejahteraan hingga penguatan kompetensi guru, Ditjen GTKPG menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan guru Indonesia semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan masa depan. 

"Di momen Hari Guru Nasional, Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional hanya dapat terwujud melalui guru yang kompeten, sejahtera, dan didukung oleh program yang berkelanjutan," demikian Nunuk.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya