Berita

Aplikasi Facebook (Foto: RMOL/Reni Erina)

Dunia

Malaysia akan Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos

SELASA, 25 NOVEMBER 2025 | 13:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Malaysia berencana melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial mulai tahun 2026.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan kabinet telah menyetujui aturan tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi anak dari risiko dunia maya seperti perundungan siber, penipuan, dan eksploitasi seksual. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan penggunaan verifikasi usia dengan kartu identitas atau paspor. Namun, tanggal pasti penerapan aturan ini belum diputuskan.

Dalam pernyataannya, Fahmi menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keamanan anak saat berinternet.


“Saya yakin jika pemerintah, badan pengatur, dan orang tua berperan aktif, kita dapat memastikan internet di Malaysia aman, terutama bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya, dikutip dari Associated Press, Selasa 25 November 2025.

Malaysia sendiri sudah mewajibkan  platform digital besar dengan lebih dari 8 juta pengguna untuk memiliki lisensi mulai tahun ini. Platform yang berlisensi harus menerapkan verifikasi usia, pengamanan konten, dan aturan transparansi sebagai bagian dari pengawasan pemerintah.

Langkah ini serupa dengan Australia, yang akan mulai menerapkan larangan akun media sosial untuk anak di bawah 16 tahun pada 10 Desember. Facebook, Instagram, TikTok, Snapchat, X, YouTube, Threads, Reddit, dan Kick dapat dikenai denda hingga puluhan juta Dolar jika gagal mencegah anak-anak membuat akun.

Denmark dan Norwegia juga tengah memproses aturan serupa, dengan rencana menetapkan batas usia 15 tahun bagi akses media sosial.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya