Berita

Mendagri Tito Karnavian (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

56 Mahasiswa Papua di Luar Negeri Terancam DO Gegara Beasiswa Mandek

SELASA, 25 NOVEMBER 2025 | 10:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 56 mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di berbagai negara terancam drop out (DO) akibat mandeknya pembayaran biaya studi dari pemerintah daerah. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka Jakarta, seperti dikutip redaksi pada Selasa, 25 November 2025.

Tito menjelaskan bahwa dari lebih dari 300 mahasiswa Papua yang kuliah di luar negeri, sebanyak 56 mengalami kesulitan karena biaya studi mereka tidak dibayarkan tepat waktu. 


“Data kami ada 56 orang yang belum selesai, belum dibayar dan sering terlambat dibayar dari Pemda,” ujar Tito.

Ia memaparkan bahwa total tunggakan biaya mencapai sekitar Rp37 miliar, yang seharusnya ditanggung oleh Pemda Papua dan Papua Pegunungan. 

Menurut Tito, kondisi ini tak boleh dibiarkan karena berdampak langsung pada kelanjutan pendidikan para mahasiswa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Tito mengusulkan agar pembiayaan para mahasiswa dialihkan ke pemerintah pusat melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

“Saran saya agar pembiayaannya diambil alih oleh Menteri Keuangan melalui LPDP,” kata Tito.

Ia menambahkan bahwa usulan itu telah disetujui Presiden dalam rapat terbatas yang digelar pada Senin sore, 24 November 2025.

“Perintah Presiden setuju, yang 37 ini akan diambil alih oleh LPDP,” katanya.

Tito menegaskan bahwa data lengkap mengenai para mahasiswa terdampak segera disampaikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri agar proses pengalihan pembiayaan dapat dipercepat.

“Saya segera menyerahkan datanya kepada Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya