Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal hingga 10 Kali Lipat

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jepang berencana menaikkan biaya izin tinggal bagi warga asing mulai tahun fiskal 2026.

Rencana ini akan dimasukkan ke revisi Undang-Undang Imigrasi yang akan diajukan tahun depan. Menurut keterangan, kenaikan ini akan digunakan untuk meningkatkan layanan imigrasi, memperluas pendidikan bahasa Jepang, serta memperkuat penanganan sekitar 70.000 penduduk ilegal.

Dikutip dari Japan News, Senin 24 November 2025, saat ini, biaya untuk mengubah atau memperpanjang izin tinggal adalah 6.000 Yen (sekitar Rp648.000), sementara izin tinggal tetap dikenakan tarif 10.000 Yen (sekitar Rp1,08 juta). 


Dalam rencana barunya, tarif perubahan atau perpanjangan izin tinggal akan naik menjadi 30.000-40.000 Yen (Rp3,24-Rp4,32 juta). Biaya izin tinggal tetap juga akan ditingkatkan hingga 100.000 Yen (sekitar Rp10,8 juta).

Jika dibandingkan dengan negara Barat, biaya Jepang selama ini memang lebih murah. Di Amerika Serikat, biaya pengajuan izin serupa berkisar 420-470 Dolar AS, atau setara 65.000-73.000 Yen. Di Inggris biayanya mencapai 827 pound (sekitar 169.000 Yen), sedangkan di Jerman sekitar 93–98 Euro.

Jumlah warga asing di Jepang saat ini mencapai titik tertinggi, yaitu sekitar 3,96 juta orang per Juni 2025. Pemerintah berharap kenaikan biaya ini dapat mempercepat proses imigrasi dan meningkatkan fasilitas bagi populasi asing yang terus bertambah.

Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang juga berencana menaikkan biaya visa untuk pertama kalinya sejak tahun 1978. Visa masuk satu kali yang sekarang berharga 3.000 Yen (sekitar Rp324.000) dan visa multiple 6.000 Yen (sekitar Rp648.000) akan dinaikkan agar mendekati tarif negara Barat.

Sebagai perbandingan, biaya visa kunjungan jangka pendek di Amerika Serikat adalah 185 dolar AS (sekitar Rp2,79 juta), sedangkan di Inggris 127 Poundsterling (sekitar Rp2,54 juta). Pendapatan dari kenaikan biaya visa ini rencananya digunakan untuk mengatasi masalah overtourism yang semakin sering terjadi di berbagai daerah Jepang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya