Berita

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di pembukaan KTT para pemimpin G20 Afrika Selatan, 22 November 2025 (Foto: Reuters)

Dunia

G20 Sahkan Deklarasi Bersama Meski Diboikot AS

MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 | 16:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, resmi mengadopsi deklarasi bersama pada hari pembukaan, Sabtu waktu setempat, 22 November 2025 meskipun Amerika Serikat melakukan boikot dan menentang pengesahannya.

Juru bicara Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Vincent Magwenya, mengatakan seluruh anggota selain AS menyetujui deklarasi tersebut. 

“Deklarasi para pemimpin telah diadopsi secara bulat,” ujarnya, seperti dikutip dari CBS News Minggu, 23 November 2025. 


Deklarasi setebal 122 poin itu menekankan kebutuhan aksi global yang lebih kuat untuk membantu negara-negara miskin menghadapi bencana iklim dan tekanan utang. 

Afrika Selatan, sebagai tuan rumah G20 pertama di benua Afrika, menyebut pengesahan itu sebagai capaian penting. Namun, boikot yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump tetap membayangi jalannya pertemuan. 

Meski Afrika Selatan menyatakan semua anggota selain AS sepakat, Argentina kemudian menegaskan tidak mendukung dokumen tersebut. 

Presiden Javier Milei juga absen dari KTT sebagai bentuk solidaritas terhadap Trump, dan negaranya hanya diwakili Menteri Luar Negeri Pablo Quirno.

Di tengah boikot AS yang menuding Afrika Selatan menerapkan kebijakan anti-kulit putih, sejumlah pemimpin dunia tetap ingin melanjutkan kerja sama. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyayangkan absennya AS, namun menegaskan, itu tidak boleh menghalangi kerja sama. 

"Tugas kita adalah hadir dan bekerja bersama menghadapi banyak tantangan," tegasnya.

Ketegangan memuncak ketika Afrika Selatan menolak menyerahkan kepemimpinan G20 kepada pejabat junior dari Kedutaan AS, mengingat Washington mengambil alih presidensi setelah KTT ini. 

“Presiden tidak akan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada pejabat junior,” tegas juru bicara Kemenlu Afrika Selatan Chrispin Phiri, yang juga menyebut kemungkinan upacara serah terima pada Minggu, 23 November 2023 akan ditiadakan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya