Berita

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan para pemimpin MIKTA (Foto: Biro Pers Wakil Presiden RI)

Dunia

Gibran Hadiri Pertemuan MIKTA di Sela KTT G20

MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah rangkaian agenda KTT G20, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri MIKTA Leaders’ Gathering.

MIKTA merupakan forum kerja sama yang menghimpun negara-negara menengah berpengaruh yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

Pertemuan dipimpin oleh Korea Selatan sebagai Ketua MIKTA tahun 2025, dan berlangsung di Hall 7, Johannesburg Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu waktu setempat, 22 November 2025.


Dalam sesi tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung terlebih dahulu menyambut kehadiran Wapres Gibran sebelum keduanya memasuki area foto bersama. 

Acara berlangsung ringkas dan tanpa dialog resmi, sejalan dengan sifatnya sebagai rangkaian kegiatan pendukung KTT G20. Kendati demikian, momentum ini tetap memiliki nilai diplomatik penting bagi kehadiran Indonesia.

Setelah penyambutan, Wapres Gibran bergabung dengan para pemimpin negara anggota untuk melaksanakan sesi foto resmi. 

Partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan komitmen kuat terhadap peran MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang mendorong stabilitas global, memperkuat kolaborasi multilateral, serta membuka ruang kerja sama yang lebih inklusif.

Tak hanya menghadiri sesi MIKTA, Wapres Gibran juga memanfaatkan sela-sela pleno KTT G20 untuk mengadakan sejumlah pertemuan pull aside dengan berbagai pemimpin dunia. 

Interaksi informal tersebut meliputi pertemuan dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, Presiden Angola Joào Manuel Goncalves Lourenco, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan Mayufis, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebuah momen menarik terjadi menjelang usainya pertemuan dengan Presiden Finlandia. Secara tiba-tiba, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menghampiri dan menyapa Wapres Gibran, menghadirkan suasana hangat dan cair di tengah padatnya agenda diplomatik. 

Rangkaian langkah diplomasi informal tersebut menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk memperkuat jejaring komunikasi, membangun kedekatan personal, dan memperluas kerja sama bilateral maupun multilateral dengan para pemimpin dunia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya