Berita

Mantan Presiden RI Joko Widodo berpidato menggunakan bahasa Inggris dalam forum Ekonomi, Bloomberg New Economy Forum yang digelar di Singapura, Jumat (21/11/2025). (Dok. YouTube Bloomberg New Economy Forum)

Politik

Jokowi Ingin Buktikan Bisa Berbahasa Inggris di Forum Internasional

MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 | 10:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bloomberg New Economy menunjuk mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu dari 22 Dewan Penasihat Global. 

Penunjukan ini sekaligus menandai keterlibatan pertama Jokowi dalam forum bergengsi tersebut, yang tahun ini digelar pada 19–21 November 2025 dengan tema “Thriving in an Age of Extremes.”

Untuk pertama kalinya pula, Jokowi diundang memberikan pidato di ajang yang mempertemukan para tokoh ekonomi, politik, dan teknologi global itu. Kehadiran Jokowi sontak menjadi sorotan, terutama karena ia tampil menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris.


Pengamat politik Adi Prayitno menilai momen tersebut sebagai panggung pembuktian pribadi Jokowi di mata publik internasional.

“Yang ingin saya coba highlight sepertinya Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa dia yang selama ini dipersepsikan dianggap agak kurang fasih bahasa Inggrisnya di berbagai forum ternyata juga bisa berbahasa Inggris. Itu ajang sebagai pembuktian,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 23 November 2025.

Adi menyebut bahwa selama menjabat sebagai presiden dua perioe itu kerap mendapat sorotan terkait penampilannya di level global.

“Selama ini sepanjang jadi Presiden, Jokowi selalu dipersepsikan sebagai orang yang kehadirannya di forum internasional cukup tidak terlampau signifikan dan bahkan bahasa Inggrisnya dalam banyak hal seringkali dikritik.”

Karena itu, tampilnya Jokowi memberi pidato resmi dalam bahasa Inggris di forum Bloomberg dinilai sebagai bentuk penegasan bahwa ia juga mampu tampil setara dengan pemimpin dunia lainnya.

“Kalau bicara tentang Jokowi, jangankan hadir ke forum internasional. Jadi apa pun terkait dengan Jokowi pasti menjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak berkesudahan,” tambahnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya