Berita

Foto menunjukkan asrama Sekolah Dasar dan Menengah Katolik St. Mary setelah penculikan (Foto: AP)

Dunia

303 Siswa dan 12 Guru Diculik dari Sekolah Katolik Nigeria

MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 | 09:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 300 siswa diyakini telah diculik dari sebuah sekolah Katolik di Negara Bagian Niger, Nigeria St. Mary’s Catholic School.

Serangan itu disebut sebagai salah satu penculikan massal terbesar yang pernah terjadi di negara yang dilanda konflik kekerasan tersebut. Juga merupakan ketiga kalinya terjadi dalam sepekan. 

“Kami mencatat 303 murid dan 12 guru, laki-laki maupun perempuan, yang diculik,” kata Asosiasi Kristen Nigeria (CAN) dalam pernyataannya, seperti dikutip dari TIME, Minggu, 23 November 2025. 


Pada Senin, 25 siswi Muslim diculik dari sebuah sekolah di Kebbi, dalam serangan bersenjata yang menewaskan wakil kepala sekolah. Di hari yang sama, 64 warga juga diculik dari rumah mereka di Negara Bagian Zamfara. 

Sehari kemudian, serangan terhadap Gereja Christ Apostolic di Kwara disiarkan langsung, menewaskan dua orang dan membuat lebih dari 30 orang hilang. 

“Para penculik meminta sekitar 69.000 dolar AS per orang,” ujar seorang pejabat gereja.

Penculikan massal terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap pemerintah Nigeria, terutama setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia akan mengirim pasukan militer ke Nigeria jika kekerasan terhadap umat Kristen terus berlanjut. 

Pemerintah Nigeria menolak pernyataan itu, namun gelombang penculikan terbaru diyakini akan menambah tekanan politik. 

“Saya telah mengarahkan aparat keamanan untuk bertindak cepat dan tegas,” kata Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu sebelumnya di platform X.

Menurut para ahli, motivasi serangkaian penculikan ini tidak sepenuhnya berkaitan dengan agama. Laporan Africa Center for Strategic Studies mencatat peningkatan tajam aksi penculikan oleh kelompok kriminal yang dikenal sebagai bandits.

Mereka kini mengincar sekolah-sekolah karena pengamanan yang lemah dan potensi tebusan dalam jumlah besar. 

“Kami bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan agar anak-anak kami segera diselamatkan dan pulang dengan selamat,” ujar Ketua CAN Niger, Pendeta Bulus Dauwa Yohanna.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya