Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dana Macet jadi Tantangan DSI Selesaikan Kasus Gagal Bayar

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 09:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menjadi sorotan publik setelah ribuan lender melaporkan dana mereka tidak bisa ditarik. 

Berdasarkan catatan Paguyuban Lender DSI, yang dikutip dari CNBC, Jumat 21 November 2025, total dana proyek berjalan dan selesai per 18 November 2025 mencapai Rp1 triliun, melibatkan 3.312 lender. 

Para lender mengeluhkan bahwa imbal hasil mereka berhenti sejak 6 Oktober 2025, memunculkan dugaan manajemen yang minim transparansi.


Manajemen DSI sendiri telah menyatakan komitmennya untuk melunasi dana macet dalam satu tahun sejak penandatanganan kesepakatan pada 18 November 2025, dengan pelaporan progres dilakukan secara rutin melalui pertemuan daring bersama Paguyuban Lender.

Manajemen DSI telah bertemu dengan Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia di mana dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan masalah gagal bayar (galbay) DSI kepada para lendernya.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Manajemen DSI dan lender menyepakati beberapa poin sebagai dasar kerja sama yang akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setidaknya terdapat beberapa poin yang telah disepakati kedua pihak, di antaranya; menunjuk Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia menjadi satu-satunya wakil resmi para pemberi modal DSI. Paguyuban ini akan diajukan kepada OJK dan ditetapkan sebagai wadah yang mewakili seluruh lender DSI.

DSI didirikan pada 2018 dengan visi awal mengembangkan pasar keuangan syariah. Selama 7,5 tahun beroperasi, perusahaan telah melayani lebih dari 40 ribu lender, di mana 26 ribu lender sudah menerima kembali dana pokok beserta imbal hasil. 

Namun, hingga November 2025, tingkat kredit macet (TWP 90) tercatat 0,18 persen, sementara total aset perseroan mencapai Rp131,69 miliar.

Founder dan President Director perusahaan fintech ini adalah Taufiq Aljufri, yang konon memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai CEO dan direktur di berbagai perusahaan. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya