Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kasus Dana Syariah Indonesia Bisa Hancurkan Kepercayaan Publik

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Publik Indonesia menghadapi pukulan telak, investasi berlabel Syariah yang selama ini dianggap sebagai benteng keamanan dan ketenangan batin, kini terancam ambruk. 

Kasus yang menimpa platform fintech Dana Syariah Indonesia (DSI) disebut pakar bisnis Tom MC Ifle atau Coach Tom sebagai potensi terulangnya Investree Jilid 2, namun kali ini terjadi di sektor yang seharusnya paling terpercaya.

DSI, platform peer-to-peer lending syariah berizin OJK, berhasil menarik perhatian lebih dari 174 ribu investor dengan janji "untung tanpa dosa, profit tanpa rasa bersalah". 


"Mereka tidak hanya menjual instrumen investasi, tetapi juga ketenangan batin dan kepastian halal di negara mayoritas Muslim," ujar  Coach Tom dalam podcastnya baru-baru ini, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 21 November 2025.

DSI menggunakan paket lengkap untuk membangun kepercayaan publik, seperti: imbal hasil tinggi, izin OJK, Dewan Pengawas Syariah, dan narasi "investasi berkah" di sektor properti.

Krisis mulai memuncak ketika dana para lender, yang nominalnya mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah, mengalami gagal cair (gagal bayar) sejak Mei.

Coach Tom mengatakan, yang paling merusak adalah cara DSI menangani krisis. Webinar dihapus, customer service sulit dihubungi, kantor offline bahkan dikabarkan ditutup. Hal ini semakin memicu kemarahan dan kecurigaan publik.

Bagi Coach Tom, kegagalan DSI bukan sekadar kegagalan finansial belaka. "Ini adalah dampak yang jauh lebih serius yang ditimbulkan oleh oknum culas dan manajemen yang lalai," katanya,

Kasus ini dinilai merusak habis kepercayaan masyarakat terhadap seluruh produk keuangan syariah. Padahal, sektor syariah memiliki potensi besar untuk bertumbuh di Indonesia. 

Skandal ini juga menjadi penghianatan fatal yang membuat publik skeptis, mempertanyakan, jika yang berlabel syariah saja tidak aman, lalu kepada siapa mereka harus percaya? 

DPR dan OJK diharapkan segera turun tangan untuk menyibak kasus ini.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya