Berita

Direktur Eksekutif LPI Ujang Komarudin. (Foto: Dokumentasi LPI)

Politik

Literasi Politik Indonesia Jawab Tantangan Demokrasi

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 15:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia tengah memasuki fase penting dalam perkembangan demokrasi kontemporer. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa kualitas demokrasi nasional menghadapi tantangan serius, mulai dari korupsi politik, dominasi oligarki, lemahnya representasi, hingga krisis nalar publik.

Menjawab kondisi tersebut, Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) resmi diluncurkan sebagai institusi baru yang mengusung tema “Membangun Nalar Politik Bangsa: Peran Strategis Generasi Muda dalam Penguatan Demokrasi Indonesia.”

Direktur Eksekutif LPI, Ujang Komarudin menegaskan bahwa lembaga ini hadir untuk memastikan demokrasi Indonesia tetap sehat, kuat, bermartabat, dan berkeadilan.


“Demokrasi tidak dapat bertahan tanpa nalar publik yang kuat. Oleh karena itu, penguatan literasi politik merupakan langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang kritis, rasional, dan siap menjaga demokrasi Indonesia yang substantif,” ujar Ujang dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Ia juga menekankan bahwa peluncuran lembaga ini menandai keputusannya untuk kembali ke dunia akademik dan peran sebagai pengamat politik.

“Dengan adanya launching LPI ini, hal tersebut menjadi penanda bahwa saya saat ini sudah memutuskan untuk kembali ke kampus, kembali menjadi akademisi, kembali mengawal demokrasi dari luar pemerintah dengan mewarnai ruang publik melalui narasi yang substantif, objektif, dan konstruktif,” jelasnya.

Lebih jauh, Ujang menyebut LPI dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat kapasitas politik generasi muda, yang menurutnya merupakan aktor penentu masa depan demokrasi.

“Lembaga ini sengaja saya bentuk untuk mewadahi generasi muda. Saya memandang generasi muda memiliki peran sangat strategis sebagai penentu arah masa depan demokrasi Indonesia,“ tuturnya.

Lebih jauh, Ujang pun mengajak seluruh elemen bangsa bergotong-royong merawat kualitas demokrasi.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi Indonesia ke arah lebih baik,” tutupnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya