Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Keraguan Publik atas Ijazah Jokowi Terus Meningkat

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi memanas setelah Roy Suryo dan sejumlah pihak ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran isu ijazah palsu.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, angkat bicara dan menyoroti dinamika kekuasaan di balik perkembangan kasus tersebut.
Ray mempertanyakan apakah ada pengaruh kekuasaan yang ikut bekerja dalam penanganan perkara ini.

“Jokowi itu kan mantan presiden dua periode. Kapolrinya yang sekarang adalah orang yang diangkat oleh Jokowi. Lalu wakil presiden itu adalah anaknya Jokowi. Jadi begitu terang benderang kekuasaan yang masih meliputi dalam keluarga Jokowi,” ujar Ray lewat kanal Youtube Terus Terang Media, Kamis, 20 November 2025.

“Jokowi itu kan mantan presiden dua periode. Kapolrinya yang sekarang adalah orang yang diangkat oleh Jokowi. Lalu wakil presiden itu adalah anaknya Jokowi. Jadi begitu terang benderang kekuasaan yang masih meliputi dalam keluarga Jokowi,” ujar Ray lewat kanal Youtube Terus Terang Media, Kamis, 20 November 2025.

Ia menggambarkan situasi yang menurutnya semakin menekan pihak Jokowi, seiring tingginya perhatian publik terhadap isu ijazah tersebut.

“Ini mulai ada suasana terpojok, mulai ada suasana orang makin antusias dengan kasus ini, makin tidak bisa terkendali. Salah satu cara, karena ini semakin mengancam ya menggunakan kekuasaan. Dengan cara apa? Dengan mentersangkakan yang bersangkutan,” tegasnya.

Ray juga menyebut bahwa keraguan publik justru semakin besar, seiring intensitas isu keaslian ijazah yang terus bergulir.

“Ternyata hari demi hari makin meningkat keraguan orang bahwa ijazah Jokowi itu asli dan semakin meningkat juga minat orang untuk mengikuti kebenaran dugaan ijazah palsu Jokowi,” katanya.

Menurut Ray, langkah cepat kepolisian mengambil tindakan merupakan cara untuk meredam kegaduhan yang dinilai sudah mengganggu kenyamanan pihak Jokowi.

“Karena Jokowi terganggu makanya buru-buru diredam dengan kepolisian itu,” tutup Ray.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya