Berita

Pertemuan MBS dan Donald Trump di Gedung Putih pada Rabu, 19 November 2025 (Foto: YouTube Forbes)

Dunia

Kunjungan MBS ke Amerika Tegaskan Posisi Arab sebagai Pemain AI Global

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 08:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih menjadi momentum penting bagi hubungan bisnis kedua negara, terutama di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kunjungan MBS pada Rabu, 19 November 2025, menjadi yang pertama bagi putra Raja Salman sejak 2018 dan sekaligus menandai kembalinya pengaruh diplomatiknya di Washington.

Dikutip dari Reuters, dalam forum investasi AS-Saudi di Kennedy Center, hadir sejumlah tokoh besar dunia teknologi seperti Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, serta pimpinan dari Google, IBM, Cisco, Adobe, dan investor besar Silicon Valley. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya minat perusahaan teknologi AS terhadap aliran modal dari Timur Tengah.


Saat ini, kebutuhan dana untuk riset dan pembangunan infrastruktur AI sangat besar, sehingga perusahaan teknologi semakin bergantung pada investor global, termasuk dari negara-negara Teluk. Dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sedang gencar berinvestasi di berbagai proyek AI, mulai dari pendanaan startup hingga pembangunan pusat data skala raksasa.

Contohnya, OpenAI bekerja sama dengan MGX, perusahaan milik pemerintah UEA,  dalam proyek pusat data bernilai 500 miliar dolar AS. Nvidia juga terus melobi agar bisa mengekspor chip AI tercanggih ke kawasan tersebut. Sementara itu, Saudi melalui Public Investment Fund (PIF) memperkuat investasi teknologinya lewat Humain, perusahaan AI baru milik kerajaan.

Rangkaian komitmen investasi bernilai miliaran dolar ini makin menegaskan posisi Arab Saudi sebagai salah satu pemain terbesar dalam pendanaan AI global.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya